Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang pada Jumat, 15 Mei 2026. Kondisi cuaca ekstrem ini diprakirakan mulai terjadi secara signifikan pada sore hari, khususnya sekitar pukul 16:21 WIB, di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.
Selain ancaman cuaca basah, BMKG juga menyoroti kondisi kualitas udara Bandung sekarang yang berada pada tingkat tidak sehat. Konsentrasi polutan yang tinggi di atmosfer kota Bandung terpantau dapat berdampak buruk bagi kelompok sensitif, sehingga warga disarankan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan atau menggunakan masker standar kesehatan.
Menurut laporan resmi BMKG Jawa Barat, pergerakan angin saat ini didominasi dari arah Timur hingga Tenggara. Kecepatan angin terpantau bergerak pada rentang 5 hingga 35 km/jam, yang dalam kondisi tertentu dapat memicu pohon tumbang atau kerusakan papan reklame di daerah terbuka.
Wilayah Jawa Barat bagian utara diprediksi akan mengalami suhu udara pada kisaran $22^{\circ}C$ hingga $34^{\circ}C$. Tingkat kelembapan udara di kawasan ini cukup tinggi, yakni berada di angka 60 persen hingga 96 persen, yang sering kali memicu rasa gerah sebelum turunnya hujan.
Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat bagian selatan, suhu udara terpantau sedikit lebih rendah dengan rentang $18^{\circ}C$ sampai $32^{\circ}C$. Kelembapan udara di wilayah selatan diprakirakan mencapai maksimal 97 persen. Perbedaan topografi ini menyebabkan potensi hujan di wilayah selatan cenderung lebih sering terjadi pada durasi yang lebih lama.
Berikut adalah rincian data klimatologi untuk wilayah Jawa Barat pada 15 Mei 2026 berdasarkan rilis data BMKG:
| Wilayah | Suhu Minimum (Celsius) | Suhu Maksimum (Celsius) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Jawa Barat Utara | $22^{\circ}C$ | $34^{\circ}C$ | 60 ÔÇô 96 |
| Jawa Barat Selatan | $18^{\circ}C$ | $32^{\circ}C$ | 60 ÔÇô 97 |
| Kecamatan Majalengka | $21^{\circ}C$ | $29^{\circ}C$ | 75 ÔÇô 98 |
Ramalan Cuaca Majalengka Seminggu ke Depan
Khusus untuk ramalan cuaca Majalengka seminggu ke depan, data menunjukkan adanya variasi kondisi atmosfer yang cukup dinamis. Pada periode 15 hingga 17 Mei 2026, wilayah ini akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang dengan tingkat kelembapan yang mencapai puncaknya di angka 98 persen.
Pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi basah ini akan mulai mereda memasuki tanggal 18 Mei 2026. Masyarakat yang sering bertanya melalui mesin pencari mengenai "apakah hari ini akan hujan di bogor" atau wilayah penyangga lainnya juga perlu tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak di masa peralihan ini.
Setelah periode hujan di pertengahan bulan, cuaca diprakirakan akan berangsur cerah pada tanggal 18 hingga 20 Mei 2026. Pada periode tersebut, suhu udara di Majalengka akan meningkat ke kisaran $22^{\circ}C$ hingga $31^{\circ}C$ dengan penurunan kelembapan hingga menyentuh angka 66 persen.
Dampak Kesehatan dan Peringatan Dini BMKG Jabar
Tingginya polusi udara di beberapa titik perkotaan seperti Bandung memicu kekhawatiran mengenai dampak polusi udara bagi kesehatan pernapasan. BMKG menyarankan agar warga di wilayah terdampak polusi tinggi tetap memperhatikan sirkulasi udara di dalam rumah dan menggunakan alat pemurni udara jika diperlukan.
Peringatan dini BMKG Jabar menekankan agar warga yang tinggal di daerah tebing atau bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat yang turun dalam waktu singkat sering kali memicu genangan air atau banjir lintasan di area drainase yang tersumbat.
- Hindari berlindung di bawah pohon besar saat terjadi angin kencang dan petir.
- Pantau terus aplikasi Info BMKG untuk pembaruan cuaca setiap jam.
- Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima untuk menghadapi jalanan licin.
Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan radar cuaca di seluruh Jawa Barat guna memberikan informasi terkini secara berkala. Koordinasi dengan BPBD di masing-masing kabupaten/kota juga terus ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini.