Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat pada Selasa (12/5/2026). Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman hujan lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang yang diprediksi terjadi sejak siang hingga menjelang malam hari.
Berdasarkan data resmi BMKG Jawa Barat, kondisi cuaca pada pagi hari secara umum diprediksi akan berlangsung cerah berawan di sebagian besar kabupaten dan kota. Namun, memasuki periode siang hingga sore hari, dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan yang signifikan, terutama di wilayah pegunungan dan penyangga ibu kota.
Prakiraan cuaca jawa barat hari ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi antara wilayah utara dan selatan. Untuk wilayah Jawa Barat bagian utara, suhu udara diprediksi berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60 sampai 96 persen.
Sementara itu, wilayah Jawa Barat bagian selatan akan mengalami suhu yang lebih sejuk, yakni di angka 18 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara di area selatan tercatat sedikit lebih tinggi, berada pada rentang 60 hingga 97 persen, yang memicu potensi pembentukan kabut di daerah dataran tinggi pada dini hari.
BMKG juga memantau pergerakan angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara. Kecepatan angin secara umum berkisar antara 05 hingga 35 kilometer per jam, yang dapat meningkat secara tiba-tiba saat terjadi hujan lokal atau nowcasting cuaca ekstrem.
Peringatan Dini dan Kondisi Perairan
Pihak prakirawan BMKG dalam laporan Jawa Barat Nowcasting memberikan penekanan khusus pada periode waktu kritis. Potensi hujan lebat diperkirakan mulai meningkat pada pukul 17:33 WIB dan diprediksi akan berlangsung hingga pukul 19:30 WIB di beberapa titik rawan bencana hidrometeorologi.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hari," tulis laporan resmi Prakirawan BMKG Jawa Barat.
Bagi warga di wilayah pesisir, kondisi gelombang laut selatan jawa barat juga perlu menjadi perhatian serius. BMKG menetapkan periode validitas perairan mulai 12 Mei 2026 hingga 15 Mei 2026, di mana tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat masih terpantau fluktuatif namun berpotensi meningkat akibat pengaruh kecepatan angin tenggara.
Berikut adalah rincian jadwal pembagian cuaca harian yang dirilis oleh BMKG Jawa Barat:
- Pagi (07.00 ÔÇô 13.00 WIB): Cerah berawan hingga berawan di seluruh wilayah.
- Siang/Sore (13.00 ÔÇô 19.00 WIB): Potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir di Bogor, Bandung, dan sekitarnya.
- Malam (19.00 ÔÇô 01.00 WIB): Berawan, dengan potensi hujan ringan yang menetap di beberapa wilayah timur.
- Dini Hari (01.00 ÔÇô 07.00 WIB): Cerah berawan dengan potensi kabut di wilayah pegunungan.
Kondisi ini juga memengaruhi kualitas udara di kota-kota besar. Masyarakat sering bertanya "bahaya polusi udara bagi pernapasan" saat cuaca panas terik di pagi hari sebelum hujan turun, mengingat penumpukan polutan sering terjadi saat kelembapan tinggi dan angin tenang.
Tabel Parameter Cuaca Jawa Barat 12 Mei 2026
| Wilayah | Suhu (┬░C) | Kelembapan (%) | Kondisi Siang |
|---|---|---|---|
| Jawa Barat Utara | 22 ÔÇô 34 | 60 ÔÇô 96 | Hujan Ringan |
| Jawa Barat Selatan | 18 ÔÇô 32 | 60 ÔÇô 97 | Hujan Lebat/Petir |
| Bandung Raya | 20 ÔÇô 30 | 65 ÔÇô 95 | Hujan Sedang |
| Bogor & Depok | 23 ÔÇô 32 | 70 ÔÇô 96 | Hujan Petir |
Hingga saat ini, BMKG terus memperbarui data radar cuaca untuk memantau pergerakan awan kumulonimbus yang berpotensi menyebabkan hujan es atau angin puting beliung skala kecil. Pengguna transportasi laut dan nelayan diminta untuk terus memantau informasi resmi dari kanal maritim BMKG sebelum melakukan pelayaran di pesisir selatan.