Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia saat ini didominasi oleh kaum perempuan dengan persentase mencapai 64,5 persen. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan mayoritas dari mereka berkecimpung di sektor industri kreatif.
Seperti dikutip dari Suara, keterlibatan besar perempuan ini menjadi motor penggerak penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak dari bisnis tersebut bermula dari hobi, ide personal, hingga pengalaman pribadi yang kemudian dikembangkan menjadi unit usaha.
Guna memperkuat potensi tersebut, Bank Saqu mengadakan diskusi bertajuk 'Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry' di Jakarta pada Selasa (28/4/2026). Forum ini bertujuan mendorong perempuan agar lebih piawai mengelola keuangan bisnis secara berkelanjutan.
Dukungan teknologi digital saat ini telah membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pengusaha perempuan. Namun, tantangan besar masih ditemukan pada sisi manajemen finansial yang sehat agar bisnis bisa bertahan lama.
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando, menjelaskan bahwa pemahaman keuangan yang mumpuni sangat krusial bagi pengembangan usaha. Hal ini mencakup pengelolaan arus kas hingga dasar pengambilan keputusan finansial.
"Agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial. Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak usaha yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Willy Apriando.
Dukungan bagi Solopreneur
Data internal Bank Saqu mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen nasabah mereka merupakan solopreneur. Fenomena ini direspons melalui program Solopreneur Academy yang fokus pada edukasi serta penguatan ekosistem bagi pelaku usaha mandiri.
Co-Founder KopiSoe dan Rantau Rasa, Sylvia, turut menyoroti pentingnya disiplin finansial sebagai pembeda antara bisnis yang sekadar memiliki ide kuat dengan bisnis yang mampu bertahan. Menurutnya, kesehatan keuangan adalah syarat mutlak untuk tumbuh.
"Disiplin dalam mengelola arus kas, memahami biaya, dan mengambil keputusan berbasis data menjadi kunci agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan," jelas Sylvia.
Peningkatan literasi keuangan di kalangan perempuan pelaku UMKM diharapkan mampu mendongkrak kontribusi mereka terhadap perekonomian negara secara jangka panjang. Fokus pada disiplin arus kas dan penggunaan data menjadi strategi utama dalam menghadapi dinamika industri kreatif.