Dokter spesialis THT Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan perbedaan karakteristik sakit kepala akibat peradangan rongga sinus yang sering kali disalahartikan oleh masyarakat sebagai keluhan biasa pada Senin (11/5/2026). Identifikasi yang tidak tepat membuat penanganan medis hanya meredakan gejala sementara tanpa menyentuh sumber masalah utamanya.
Kekeliruan diagnosis ini berdampak pada pengobatan yang tidak efektif karena karakteristik unik dari nyeri sinus sering kali terabaikan. Dilansir dari Detik Health, kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor mulai dari alergi, infeksi saluran pernapasan, hingga paparan polusi udara yang meradang di area wajah.
Dokter Nessia Nurina Putri, Sp.T.H.T.B.K.L menekankan pentingnya mengenali gejala spesifik agar pasien mendapatkan terapi yang tepat sasaran. Nyeri akibat sinusitis biasanya melibatkan tekanan di area dahi, pipi, serta sekitar mata yang memberat saat posisi kepala menunduk atau saat bangun tidur.
"Membedakan jenis sakit kepala penting agar penanganan lebih tepat dan efektif, karena sakit kepala akibat sinusitis memiliki karakteristik berbeda dari jenis lainnya," ujar dr. Nessia dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
Perbedaan mendasar terlihat pada sensasi nyeri yang dialami pasien jika dibandingkan dengan jenis sakit kepala lainnya seperti migrain. Sakit kepala sinus cenderung terasa seperti tekanan kuat di wajah, sementara migrain identik dengan rasa berdenyut yang disertai mual.
"Sensasinya berbeda dengan migrain yang cenderung berdenyut dan dapat disertai mual serta sensitivitas terhadap paparan cahaya terang dan suara. Sementara itu, tension headache (sakit kepala tipe tegang) biasanya terasa seperti terikat di kepala tanpa disertai gejala pada hidung," jelas dr. Nessia.
Selain nyeri di wajah, masalah sinusitis dapat menjalar hingga ke area telinga dan mengganggu fungsi keseimbangan tubuh pasien. Struktur THT yang saling berkaitan menyebabkan penderitanya sering merasakan pusing atau sensasi tidak stabil yang tidak membaik dengan konsumsi obat pereda nyeri biasa.
Evaluasi medis yang mendalam diperlukan untuk mendeteksi kondisi ini secara dini melalui fasilitas modern. Sinus Center Mayapada Hospital Surabaya menyediakan layanan komprehensif mulai dari tindakan nasal endoskopi minimal invasif hingga dukungan tim dokter spesialis bedah kepala dan leher untuk memastikan diagnosis pasien.
Inovasi digital juga dikembangkan untuk memudahkan masyarakat melakukan penilaian mandiri melalui Sinus Symptom Checker Digital. Kuesioner singkat ini dirancang untuk mengenali gejala awal sebelum pasien melakukan konsultasi lebih lanjut di berbagai unit rumah sakit yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung.