DPRKP DKI Perbaiki Kerusakan Pompa Air di Rusun KS Tubun

DPRKP DKI Perbaiki Kerusakan Pompa Air di Rusun KS Tubun
Foto: Ilustrasi DPRKP DKI Perbaiki Kerusakan Pompa Air di Rusun KS Tubun.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menangani terhentinya pasokan air di Rumah Susun (Rusun) KS Tubun, Jakarta Barat, pada Senin, 20 April 2026. Gangguan tersebut dipicu oleh kerusakan katup satu arah pada pompa transfer air bersih, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kelik Indriyanto menjelaskan bahwa kerusakan teknis tersebut mengakibatkan proses penyedotan air dari tangki bawah tanah tidak berjalan maksimal. Kondisi ini menyebabkan hanya satu pompa yang dapat dioperasikan untuk mengisi tangki air di bagian atap gedung.

"Sehingga sering terjadi kurang air di roof tank (tangki bagian atas) pada kondisi tertentu yang dikeluhkan oleh beberapa penghuni," ujar Kelik Indriyanto, Kepala DPRKP DKI Jakarta.

Pihak pengelola mengklaim telah menginformasikan rencana perbaikan kepada pengurus RT dan RW setempat sejak 18 April 2026. Jadwal pengerjaan sengaja dipilih pada hari kerja guna mengantisipasi lonjakan penggunaan air saat hari libur.

"Untuk menghindari penggunaan yang tinggi di hari Sabtu dan Minggu sebelumnya," tutur Kelik Indriyanto.

Proses teknis di lapangan mencakup pengurasan tangki bawah tanah guna memasang katup baru sekaligus membersihkan wadah penampungan tersebut. Kelik mengakui bahwa ukuran tangki yang besar membuat proses pengisian kembali membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Dengan asumsi saat libur penghuni akan lebih banyak berada di rusun daripada hari kerja," lanjut Kelik Indriyanto.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian menggandeng PAM Jaya untuk mempercepat ketersediaan air dengan mengerahkan bantuan armada tangki air ke lokasi rusun agar aktivitas warga kembali normal.

"Hal ini disebabkan oleh kapasitas GWT yang ada di Rusun KS Tubun relatif besar," ujar Kelik Indriyanto.

Hingga Selasa pagi, 21 April 2026, kondisi distribusi air dilaporkan telah pulih sepenuhnya. Pengelola menyatakan akan terus memantau ketersediaan air di lokasi tersebut guna mencegah gangguan berulang bagi para penghuni.

"Hingga pagi ini kondisi air sudah dalam kondisi normal dan dapat digunakan oleh warga," tutur Kelik Indriyanto.

Koordinasi lanjutan dengan pihak penyedia air bersih tetap disiagakan apabila terjadi lonjakan pemakaian yang signifikan di masa mendatang.

"GWT dalam kondisi normal dan jika penggunaan air tinggi akan segera kami koordinasikan dengan PAM Jaya untuk pengiriman truk tangki tambahan," tambahnya.

Di sisi lain, warga Rusun KS Tubun mengeluhkan dampak penghentian pasokan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari pada hari Senin tersebut. Ani, salah satu penghuni, menyatakan kesulitan melakukan aktivitas sanitasi akibat terhentinya aliran air secara mendadak.

"Matinya air mengganggu aktivitas sehari-hari. Kami kesulitan saat buang air," ujar Ani, warga Rusun KS Tubun.

Ani menyebut jadwal pemulihan air sempat mengalami beberapa kali penundaan dari waktu yang dijanjikan pengelola. Ketidakpastian ini membuat stok air galon isi ulang di sekitar rusun sempat habis terjual karena diburu warga.

"Sampai malam hari, air tetap belum tersedia," tutur Ani.

Terkait minimnya informasi, Ani menyayangkan tidak adanya pemberitahuan resmi yang diterima warga sebelum aliran air dimatikan. Hal ini mengakibatkan para penghuni tidak memiliki kesempatan untuk menampung air cadangan.

ÔÇ£Bahkan air galon isi ulang juga habis di penjual,ÔÇØ tutur Ani.

Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menegaskan bahwa tidak ada gangguan distribusi pada jaringan utama menuju rusun tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa kendala bersumber dari aktivitas internal di area rusun.

"Informasi yang kami dapat bahwa sedang dilakukan pengurasan ground water tank di sana," ujar Gatra Vaganza, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya.

PAM Jaya tetap mengirimkan bantuan truk tangki guna menyokong proses pengisian tandon air milik pengelola rusun selama masa perbaikan berlangsung. Langkah ini diambil untuk mempercepat distribusi air dari tangki bawah ke bagian atas gedung.

Artikel terkait

Rekomendasi