Kopaska TNI AL Ungkap Peran Strategis Senjata Torpedo Berjiwa

Kopaska TNI AL Ungkap Peran Strategis Senjata Torpedo Berjiwa
Foto: Ilustrasi Kopaska TNI AL Ungkap Peran Strategis Senjata Torpedo Berjiwa.

Komandan Satuan Kopaska Koarmada 1, Letkol Laut (P) Harwoko Aji, memaparkan rahasia kekuatan dan proses pendidikan ekstrem prajurit elit TNI Angkatan Laut dalam program Brigade Podcast pada Jumat (17/4/2026). Penjelasan tersebut menyoroti tahapan krusial bernama pekan neraka serta penggunaan senjata khusus dalam misi operasional.

Sebagaimana dilansir dari Nasional, setiap calon prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) wajib melewati fase pendidikan panjang untuk mencapai standar kualifikasi tertinggi. Salah satu bagian paling berat adalah hell week, di mana peserta harus menghadapi tekanan mental dan fisik yang melampaui batas normal.

Pengalaman selama masa pendidikan tersebut menjadi fondasi utama sebelum seorang prajurit resmi bergabung dengan satuan elit tersebut. Letkol Laut (P) Harwoko Aji mengenang kembali momen berat yang pernah dilaluinya saat masih menjadi siswa pendidikan.

"Saya dulu melewati itu, saya kira setelah hell week, selesai, ternyata itu baru tahap awal (untuk menjadi prajurit Kopaska)," kenang Letkol Laut (P) Harwoko Aji, Komandan Satuan Kopaska Koarmada 1.

Selain ketahanan fisik, Kopaska dikenal memiliki identitas tempur yang unik melalui keberadaan torpedo berjiwa. Berbeda dengan senjata otomatis, torpedo ini dikendalikan langsung oleh prajurit untuk mencapai target bawah air dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Filosofi di balik penggunaan senjata ini mencerminkan totalitas prajurit dalam menjalankan tugas negara yang penuh risiko. Harwoko menekankan bahwa setiap operasi yang menggunakan alat ini menuntut kesiapan mental yang luar biasa.

"Slogan kita torpedo berjiwa. Kita one way ticket untuk melakukan operasi," kata Letkol Laut (P) Harwoko Aji, Komandan Satuan Kopaska Koarmada 1.

Penggunaan torpedo berjiwa tersebut mencakup berbagai misi strategis, mulai dari sabotase, pengintaian, hingga peledakan objek tertentu secara presisi. Keberanian prajurit dalam mempertaruhkan nyawa menjadi makna mendalam di balik operasional senjata berbahaya tersebut dalam menjaga kedaulatan perairan Nusantara.

Artikel terkait

Rekomendasi