Pep Guardiola Akhiri Masa Jabatan Sepuluh Tahun di Manchester City

Pep Guardiola Akhiri Masa Jabatan Sepuluh Tahun di Manchester City
Foto: Ilustrasi Pep Guardiola Akhiri Masa Jabatan Sepuluh Tahun di Manchester City.

Manajer Pep Guardiola resmi mengakhiri masa jabatannya selama satu dekade di Manchester City melalui sebuah seremoni perpisahan emosional di Stadion Etihad pada Senin (25/5/2026), dilansir dari Suara.

Meskipun pertandingan terakhirnya ditutup dengan kekalahan 1-2 dari Aston Villa, momen perpisahan juru taktik asal Spanyol tersebut tetap dipenuhi rasa haru dari puluhan ribu suporter yang memadati stadion. Kehadiran ayah Guardiola yang berusia 95 tahun, Valenti, di tribun penonton turut menambah suasana emosional.

Guardiola memberikan wejangan dan peringatan tegas kepada skuad Manchester City agar tidak menurunkan standar tinggi serta identitas juara klub yang telah dibangun selama sepuluh tahun terakhir.

"Para pemain tidak mengetahuinya, tetapi saya akan berada di sana untuk mengawasi mereka," ujar Pep Guardiola di tengah riuh penonton dikutip dari ESPN.

Mantan pelatih FC Barcelona dan Bayern Munich itu sempat berkelakar mengenai perannya yang akan tetap memantau tim dari tribun stadion yang kini resmi menyandang namanya.

"Para pemain memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan standar ini. Semoga mereka terus berjuang, berjuang, dan berjuang, karena ini adalah rumah saya," lanjut Pep Guardiola.

Pelatih yang bergabung dengan Manchester City pada 2016 ini telah memberikan warisan berupa enam gelar Liga Inggris, satu trofi UEFA Champions League, serta keberhasilan meraih treble winner pada musim 2022/2023.

"Di masa depan, di mana pun Anda melihat saya, jika Anda penggemar City, datanglah kepada saya," ucap Pep Guardiola kepada para pendukung.

Selain menyanyikan yel-yel perpisahan untuk sang manajer, publik Etihad juga memberikan penghormatan terakhir kepada Bernardo Silva dan John Stones yang dipastikan hengkang pada bursa transfer musim panas ini.

"Pep adalah alasan mengapa kami menang begitu banyak. Dia adalah sosok di balik kemudi yang menciptakan tim ÔÇÿmonsterÔÇÖ ini," ujar Bernardo Silva.

Gelandang asal Portugal tersebut menilai keberhasilan Guardiola terletak pada kemampuannya menjaga konsistensi klub dalam waktu lama, dan ia secara personal menganggap sang manajer sebagai sosok ayah dalam kariernya.

Artikel terkait

Rekomendasi