Seorang warga negara China bernama Zhang Kequn dijatuhi hukuman denda sebesar USD 7.746 dan penjara selama 12 bulan oleh otoritas Kenya pada Senin (20/4/2026). Hukuman tersebut diberikan setelah Zhang terbukti mencoba menyelundupkan sekitar 2.200 ekor semut hidup di dalam koper melalui Bandara Nairobi.
Dilansir dari Detik Travel, ribuan serangga yang disita merupakan spesies semut pemanen terbesar di dunia atau Messor cephalotes. Spesies yang dikenal sebagai African harvester ant ini memiliki nilai jual tinggi di China bagi para kolektor yang memeliharanya dalam formikarium.
Hakim Irene Gichobi menekankan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk menekan angka perdagangan serangga ilegal yang merusak ekosistem. Penegakan hukum ini diharapkan memberikan pesan kuat kepada para pelaku perdagangan satwa liar lainnya.
"Mengingat meningkatnya kasus perdagangan semut taman dalam jumlah besar dan dampak ekologis negatif, diperlukan efek jera yang kuat," kata hakim Irene Gichobi dikutip dari BBC, Senin (20/4/2026).
Meskipun awalnya membantah dakwaan perdagangan spesies satwa liar, pengacara Zhang mengungkapkan bahwa kliennya akhirnya mengaku bersalah. Tim hukum terpidana kini berencana untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan tersebut.
Kasus ini juga menyeret seorang warga lokal bernama Charles Mwangi yang diduga berperan sebagai pemasok semut bagi Zhang. Mwangi membantah keterlibatannya dalam persidangan dan saat ini berstatus bebas dengan jaminan.
Pakar satwa liar menilai tren kejahatan ini menunjukkan pergeseran komoditas biopiracy dari gading gajah ke spesies yang kurang populer. Fenomena ini didorong oleh harga ratu semut yang mencapai USD 220 per ekor di pasar gelap karena sulit terdeteksi pemindai bandara.
Seorang mantan perantara mengungkapkan bahwa para kolektor asing biasanya menunggu di kota sementara warga lokal mencari sarang semut di lapangan saat musim hujan. Transaksi sering dilakukan secara tertutup di penginapan atau kendaraan pribadi.
"Teman memberi tahu saya ada orang asing berani bayar mahal untuk ratu semut, semut merah besar yang mudah ditemukan sekitar sini," ujar mantan perantara.
Proses pengumpulan dilakukan dengan memasukkan semut ke dalam tabung kecil atau alat suntik yang telah disediakan oleh pemesan. Para pemburu biasanya bergerak pada pagi hari untuk menemukan gundukan sarang sebelum suhu udara meningkat.
"Anda mencari gundukan sarang dekat lapangan, biasanya pagi hari sebelum udara panas. Orang asing tidak pernah datang langsung ke lapangan, mereka menunggu di kota, di penginapan atau di mobil. Kami akan membawakan semut-semut itu di tabung kecil atau alat suntik yang mereka sediakan," dia menjelaskan.
Pusat perdagangan ilegal ini teridentifikasi berada di sekitar Gilgil dan Naivasha, di mana otoritas pernah menemukan 5.000 ratu semut tahun lalu. Para tersangka lintas negara diketahui menggunakan kapas lembap agar serangga tersebut mampu bertahan hidup selama dua bulan pengiriman ke luar negeri.