Sensasi telinga kiri berdenging atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai tinnitus kerap terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya tidak perlu memicu kekhawatiran berlebih jika hanya berlangsung sekali lalu mereda.
Namun, pemeriksaan medis secara intensif sangat dianjurkan apabila tinnitus menetap hingga lebih dari dua minggu dan hanya terasa pada satu sisi. Langkah awal untuk mengatasinya adalah dengan memahami faktor pemicunya agar tidak semakin memburuk.
Dilansir dari Popbela, terdapat beberapa pemicu utama yang dapat menyebabkan organ pendengaran bagian kiri mengalami dengingan konstan.
Masalah infeksi menjadi salah satu pemicu tinnitus yang paling sering ditemukan. Kondisi ini biasanya menyerang area telinga bagian dalam atau bagian tengah.
Serangan virus dan bakteri pada bagian tersebut berisiko merusak sel rambut pendengaran. Akibatnya, tekanan di dalam telinga tengah meningkat, memicu iritasi sel rambut, dan menimbulkan suara berdenging.
2. Paparan Suara Keras
Bunyi yang terlalu bising dapat mencederai sel-sel rambut di dalam telinga secara instan atau bertahap. Jika paparan bising ini terjadi secara konstan, risiko gangguan pendengaran permanen bisa mengintai Anda.
Munculnya dengingan setelah mendengar suara menggelegar menjadi sinyal peringatan bahwa batas aman kebisingan lingkungan telah terlampaui. Disarankan untuk menjauhi area dengan tingkat kebisingan di atas 80 dB guna memproteksi pendengaran.
3. Penumpukan Kotoran Telinga
Sumbatan akibat kotoran yang mengeras atau adanya benda asing di saluran telinga kiri juga memicu tinnitus. Material yang tersangkut ini berpotensi menekan gendang telinga sekaligus mengiritasi sel-sel rambut sensorik di sekitarnya.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Mengalami masalah kesehatan seperti flu, faringitis, hingga sinusitis bisa berdampak pada munculnya dengingan telinga. Gangguan pernapasan yang cukup parah berisiko menaikkan tekanan di dalam rongga telinga dan mengganggu sel rambut pendengaran.
5. Cedera Kepala dan Leher
Trauma fisik pada area kepala atau leher berpotensi mengacaukan mekanisme otak dalam mengolah input suara. Benturan tersebut berisiko merusak saraf pendengaran yang menghubungkan sel rambut langsung ke pusat otak.
6. Perubahan Tekanan Udara
Aktivitas seperti naik pesawat terbang, mendaki kawasan pegunungan, atau menyelam kerap memicu dengingan di telinga. Fluktuasi tekanan barometrik yang terjadi secara mendadak ini mampu melukai struktur gendang telinga.
7. Efek Samping Obat-obatan
Konsumsi jenis obat tertentu ternyata memiliki efek samping yang dapat mencederai saraf pendengaran. Beberapa obat yang diketahui memicu kondisi ini antara lain obat tekanan darah tinggi serta antibiotik spesifik, terutama saat dikonsumsi dalam dosis tinggi.
8. Penyakit Meniere
Penyakit meniere merupakan bentuk gangguan kronis yang menyerang telinga bagian dalam. Penderita kondisi ini mengalami penumpukan cairan abnormal di dalam telinga yang memicu dengingan hingga penurunan fungsi pendengaran.
9. Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ)
Masalah pada sendi temporomandibular yang menghubungkan rahang dengan tengkorak dapat memicu tinnitus satu sisi. Hal ini umumnya terjadi karena adanya peradangan yang menjalar dan memengaruhi gendang telinga atau jaringan saraf pendengaran.
10. Dampak Infeksi Covid-19
Sejumlah laporan ilmiah mengaitkan gejala telinga berdenging dengan riwayat infeksi Covid-19. Walau mekanisme pastinya belum diketahui secara jelas, beberapa pasien melaporkan munculnya tinnitus pasca-terinfeksi virus tersebut.