Mimisan merupakan kondisi terjadinya pendarahan dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah di area tersebut. Banyak orang mengaitkan fenomena ini dengan aktivitas berlebih di bawah terik matahari, terutama saat masa kanak-kanak.
Dilansir dari Popbela, terdapat beragam faktor medis dan lingkungan lain yang dapat memicu kondisi ini. Pecahnya pembuluh darah di hidung bisa disebabkan oleh kombinasi kebiasaan harian hingga indikasi masalah kesehatan tertentu.
Kondisi cuaca panas ekstrem menjadi salah satu penyebab utama karena mampu membuat lapisan dalam hidung mengering dan mudah robek. Ketika permukaan hidung pecah, pembuluh darah di dalamnya akan ikut terganggu dan memicu pendarahan.
Selain paparan panas, perubahan suhu yang mendadak juga sangat berpengaruh terhadap elastisitas pembuluh darah. Kebiasaan berpindah dari ruangan ber-AC ke area luar yang panas secara instan dapat mengakibatkan pelebaran pembuluh darah hidung secara tiba-tiba.
Faktor mekanis seperti kebiasaan menggosok hidung atau memasukkan jari terlalu keras turut andil dalam merusak struktur pembuluh darah halus. Perilaku ini rentan merobek dinding bagian dalam hidung yang sensitif.
Pengaruh Alergi dan Tekanan Darah Tinggi
Penyakit alergi atau pilek dapat memicu peradangan hebat pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut membuat dinding hidung membengkak dan meningkatkan sensitivitas pembuluh darah terhadap benturan atau tekanan.
Penggunaan obat-obatan dari dokter secara tepat sangat disarankan untuk meredakan radang akibat alergi. Langkah ini penting agar pasien tidak terus-menerus mengusap hidung yang dapat memperparah kondisi.
Di sisi lain, tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol juga berpotensi memicu timbulnya mimisan selain gejala sakit kepala. Lonjakan tekanan darah yang tidak stabil mendesak pembuluh darah halus di hidung hingga pecah.
Meskipun mimisan tidak selalu menunjukkan kondisi kesehatan yang fatal, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemeriksaan medis ke dokter ahli harus segera dilakukan jika intensitas mimisan menjadi terlalu sering atau disertai dengan gejala klinis lainnya.