Kemerahan pada area wajah tidak hanya terjadi di pipi, tetapi juga kerap muncul di sekitar hidung. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, namun bisa mengganggu penampilan.
Dikutip dari Popbela, kemerahan di area hidung biasanya terjadi akibat perubahan suhu yang ekstrem. Selain itu, interaksi dengan benda yang memicu alergi juga menjadi penyebab umum.
Penyakit kulit rosacea menjadi salah satu penyebab utama kemerahan yang disertai bintik-bintik mirip jerawat. Subtipe rosacea yang disebut erythematotelangiectatic (ETH) secara spesifik memicu kemerahan di area hidung.
Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan sinar matahari, angin, makanan tertentu, hingga stres. Selain rosacea, kemunculan jerawat akibat sentuhan tangan yang kotor juga sering menyebabkan hidung memerah.
Masalah kulit lain yang memicu kondisi ini adalah windburn, yaitu sensasi terbakar akibat udara dingin dan berangin. Windburn dapat membuat kulit di sekitar hidung memerah bahkan sampai mengelupas.
Iritasi dan Infeksi Bakteri pada Hidung
Dermatitis kontak juga berpotensi menyebabkan peradangan kulit di area hidung. Masalah ini biasanya dipicu oleh penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung wewangian atau zat tertentu.
Iritasi kulit akibat gesekan terus-menerus, seperti saat menyeka hidung ketika flu, juga membuat area tersebut memerah. Kebiasaan menggosok hidung yang gatal memperparah kondisi iritasi ini.
Penyebab lain yang perlu diwaspadai adalah nasal vestibulitis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus. Infeksi bakteri ini memicu kemunculan jerawat, pembengkakan, hingga rasa nyeri yang parah.
Terakhir, sengatan matahari atau sunburn juga menjadi penyebab kemerahan pada wajah. Paparan sinar matahari yang berlebihan membuat kulit di sekitar hidung meradang dan mengelupas.