BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Panas Terik Disusul Hujan di Jabodetabek

BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Panas Terik Disusul Hujan di Jabodetabek
Foto: Ilustrasi BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Panas Terik Disusul Hujan di Jabodetabek.

Kondisi cuaca yang terasa panas terik pada siang hari namun mendadak diguyur hujan saat sore hingga malam belakangan ini kerap melanda wilayah Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi pemanasan matahari yang intens dan masa transisi musim.

Dikutip dari Megapolitan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa tingginya intensitas radiasi matahari menyebabkan suhu permukaan bumi meningkat optimal. Hal ini diperkuat dengan mulai masuknya pengaruh monsun Australia ke wilayah tanah air.

Angin timuran yang saat ini mendominasi membawa massa udara dengan karakteristik relatif kering. Dampaknya, tutupan awan pada pagi hingga siang hari menjadi berkurang, sehingga sinar matahari langsung mencapai permukaan tanpa penghalang.

BMKG memprediksi kekuatan monsun Australia akan terus meningkat pada awal Mei 2026. Dominasi angin timuran di sebagian besar Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa sejumlah wilayah mulai bergeser dari musim hujan menuju musim kemarau.

Perbedaan suhu yang sangat mencolok antara pagi dan siang hari akibat peralihan musim ini memicu proses konveksi tinggi di atmosfer. Udara panas yang naik secara cepat kemudian mendingin dan membentuk awan hujan pada sore hingga malam hari.

Karakteristik hujan yang dihasilkan dalam pola ini umumnya bersifat lokal dan tidak merata dengan durasi yang cenderung singkat. Meski demikian, curah hujan dapat mencapai intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan sambaran kilat serta angin kencang.

Kombinasi antara radiasi matahari yang kuat dan kelembapan udara yang masih tersedia membuat siklus panas di siang hari dan hujan di sore hari terjadi lebih sering. BMKG menegaskan dinamika atmosfer masih aktif meskipun sebagian daerah mulai memasuki kemarau.

Peringatan Dini Wilayah Jabodetabek

BMKG secara khusus telah menerbitkan peringatan dini cuaca bagi penduduk di wilayah Jabodetabek yang berlaku mulai 4 hingga 7 Mei 2026. Beberapa titik diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem dalam periode tersebut.

Pada tanggal 4 Mei, status Siaga diberikan untuk wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta Kabupaten dan Kota Bogor karena potensi hujan sangat lebat. Sementara itu, wilayah Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Tangerang Raya berada dalam status Waspada.

Kondisi pada 5 Mei menunjukkan hampir seluruh kawasan Jabodetabek berada pada level Waspada. Memasuki tanggal 6 dan 7 Mei, potensi hujan lebat diprakirakan akan lebih terkonsentrasi di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hujan lebat, seperti pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor. BMKG juga menyarankan warga untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal komunikasi resmi mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi