KAI Tutup Peron 6-8 Stasiun Bogor Selama 90 Hari

KAI Tutup Peron 6-8 Stasiun Bogor Selama 90 Hari
Foto: Ilustrasi KAI Tutup Peron 6-8 Stasiun Bogor Selama 90 Hari.

PT KAI Commuter menutup peron 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, mulai Rabu (15/4/2026) guna melaksanakan proyek perpanjangan rel dan jalur kereta. Penutupan yang direncanakan berlangsung selama 90 hari ini menyebabkan penumpukan penumpang di akses masuk dan area peron 2 hingga 5.

Kepadatan arus penumpang terpantau mulai dari Pintu Barat di Jalan Mayor Oking hingga area peron. Berdasarkan laporan Megapolitan, petugas di lapangan mengarahkan pengguna jasa yang masuk melalui pintu utama untuk melewati jalur alternatif berupa trotoar sempit menuju area keberangkatan.

"Lewat sini ya mas, ada penutupan peron," kata salah satu petugas Stasiun Bogor.

Akses utama menuju peron saat ini ditutup menggunakan papan putih yang menginformasikan adanya pengerjaan konstruksi di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta. Sejumlah petugas dikerahkan untuk mengatur ritme langkah penumpang guna menghindari benturan arus di jalur 4.

"Pelan-pelan pak, ambil sisi kanan di jalur 4 agar tidak bertabrakan dengan penumpang yang turun," ujar salah satu petugas.

Interaksi antara petugas dan penumpang juga meningkat seiring adanya perubahan alur keberangkatan kereta. Petugas secara intensif memberikan informasi mengenai tujuan akhir rangkaian kereta yang terparkir di peron yang masih beroperasi.

"Ini Jakarta Kota kan?" tanya seorang penumpang.

"Iya bu, ke Jakarta," jawab petugas.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena jalur yang terdampak tidak dapat digunakan selama masa pengerjaan fisik berlangsung. Hal ini mengharuskan adanya penyesuaian layanan naik dan turun penumpang di peron yang tersisa.

ÔÇ£Pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,ÔÇØ ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Nabila (24), salah satu pengguna kereta api, mengaku sudah mendapatkan informasi terkait penutupan ini melalui aplikasi resmi. Namun, ia tidak menduga bahwa penyempitan akses akan mengakibatkan kepadatan yang cukup signifikan di dalam area stasiun.

"Tahu dari c-access, tapi enggak expect bakal se-packed ini stasiunnya karena penutupan," ungkap Nabila.

Menurutnya, kondisi Stasiun Bogor pada hari normal saja sudah cukup padat oleh mobilisasi masyarakat. Penutupan tiga peron sekaligus dinilai semakin mempersempit ruang gerak penumpang yang hendak menuju tempat kerja di Jakarta.

"Padat pol, tanpa penutupan aja Stasiun Bogor sudah sepadet itu, ditambah penutupan ini makinlah," lanjut Nabila.

Penumpang lain bernama Fernanda (24) menyebutkan bahwa sosialisasi dari petugas sebenarnya sudah dilakukan sejak sepekan sebelum penutupan resmi dimulai. Ia mengamati proses pembongkaran area pedestrian sudah dilakukan pada Selasa malam.

"Udah di-remind sama petugasnya dari seminggu yang lalu sih, dan semalam sudah mulai dibongkar bagian pedestrian-nya," kata Fernanda.

Fernanda berpendapat kepadatan di peron 5 terasa lebih menonjol karena dimensi area tunggu yang relatif lebih kecil dibandingkan peron lainnya. Meski demikian, ia merasa situasi masih cukup terkendali karena waktu keberangkatannya bukan di puncak jam sibuk.

"Padat sih karena kereta yang jam gue biasa sekarang di jalur 5, yang peronnya kecil. Tapi karena naik di jam segini masih aman, cuma emang agak padat karena yang dibuka peron 2-5 aja," tutur Fernanda.

Sementara itu, Maurent (24) merasa kondisi stasiun pada hari pertama penutupan ini tidak memperlihatkan perbedaan yang drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Bagi penumpang tujuan Rawamangun ini, kepadatan merupakan hal lumrah yang ditemui setiap hari.

"Sama aja seperti biasa padat dan sesak," kata Maurent.

Ia membenarkan bahwa pihak pengelola stasiun telah memasang pengumuman di lokasi-lokasi strategis sejak minggu lalu. Informasi mengenai sterilisasi jalur 6, 7, dan 8 telah diketahui oleh para penumpang reguler.

"Tahu, pemberitahuannya dari minggu lalu di jalur 8, 7, 6," tambahnya.

Artikel terkait

Rekomendasi