Seorang pensiunan guru sekolah dasar asal Tangerang, Muhammad (69), resmi berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (22/4/2026). Keberangkatan ini menandai terwujudnya impian Muhammad yang telah menanti giliran serta mengumpulkan tabungan selama 13 tahun terakhir.
Dilansir dari Cahaya, Muhammad tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Banten (JKB-01) bersama istrinya, Masroni (62). Mantan guru agama yang telah mengabdi selama 37 tahun tersebut mulai menyisihkan penghasilannya sejak masih aktif mengajar hingga masa pensiunnya tiba pada tahun 2017.
"13 tahun saya menunggu," kata Muhammad.
Dedikasi Muhammad dalam mengumpulkan biaya haji dilakukan secara konsisten dari upahnya sebagai pendidik di kawasan Ciledug. Meskipun sudah tidak lagi bekerja secara formal, ikhtiar untuk melunasi biaya perjalanan ibadah tersebut terus ia lanjutkan demi bisa berangkat bersama pasangan.
"Menabung dari jadi guru, guru SD," ujarnya.
Pasangan lansia ini mempersiapkan fisik serta perlengkapan khusus mengingat usia mereka yang sudah senja. Muhammad membawa alat bantu berupa tongkat dan kursi lipat kecil yang akan digunakan untuk mendukung pergerakan istrinya selama menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.
"Ya buat istri, buat nanti pas takut-takut kecapean," ucap Muhammad.
Kondisi kesehatan juga menjadi perhatian utama bagi Muhammad sebelum keberangkatan. Ia sempat mengalami penurunan kebugaran pasca menjalani prosedur vaksinasi meningitis, namun tetap rutin melakukan latihan fisik mandiri seperti jalan kaki di lingkungan rumahnya.
"Fisik sekarang sudah mulai menurun," katanya.
Meskipun menghadapi keterbatasan fisik, ia menegaskan fokus utamanya adalah menyelesaikan seluruh kewajiban dalam rukun haji dengan sebaik-baiknya. Baginya, kesempatan berangkat pada tahun ini merupakan buah dari kesabaran panjang yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur.
"Yang penting rukun sama yang wajib. Yang sunnah, kalau bisa kita kerjakan, ya kita kerjakan," ujarnya.
Secara keseluruhan, kloter pertama dari Embarkasi Cipondoh ini memberangkatkan sebanyak 391 jemaah. Berdasarkan data dari aplikasi Nusuk Masar, total kuota haji Indonesia pada tahun 2026 mencapai 221.000 jemaah yang terbagi menjadi 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus.