Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memberlakukan sistem penomoran hotel berbasis sektor bagi jemaah haji reguler Indonesia di Makkah pada Sabtu (25/4/2026). Inovasi ini bertujuan mencegah jemaah kebingungan saat mencari lokasi penginapan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sistem ini dirancang sebagai solusi atas kendala jemaah dalam menghafal nama-nama hotel di Arab Saudi yang cenderung sulit diingat. Melalui skema ini, setiap gedung penginapan diidentifikasi menggunakan kombinasi angka yang merepresentasikan lokasi sektor dan nomor urut bangunan sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa penggunaan angka akan jauh lebih memudahkan para jemaah. Implementasi kebijakan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah penempatan jemaah haji asal Indonesia.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujar Ihsan di Makkah, Sabtu (25/4/2026), dikutip Antara.
Dalam pengoperasiannya, kode angka tersebut memiliki rumus pembacaan yang sederhana untuk dipahami oleh jemaah dari berbagai kelompok usia. Sebagai contoh, jika jemaah menempati hotel bernomor 132, maka bangunan tersebut berada di Sektor 1 dengan urutan ke-32.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujar Ihsan di Makkah, Sabtu (25/4/2026), dikutip Antara.
Ihsan memberikan ilustrasi tambahan mengenai cara kerja pengkodean ini melalui perbandingan angka lainnya. Jemaah yang memegang nomor 222 secara otomatis berada di wilayah Sektor 2 pada bangunan urutan ke-22.
"Jika seorang jemaah menempati hotel dengan nomor 132, artinya hotel tersebut berada di Sektor 1 dengan nomor urut ke-32. Begitu juga jika memegang nomor 222, maka hotel berada di Sektor 2 nomor urut ke-22," jelas Ihsan.
Skema penomoran ini telah diintegrasikan dengan 10 sektor penginapan yang tersebar di wilayah Makkah guna memastikan efisiensi layanan. Penempatan sektor tersebut memiliki peran vital karena berkaitan erat dengan kemudahan akses transportasi bagi para tamu Allah.
Ihsan menekankan bahwa pembagian wilayah ini menjadi dasar bagi operasional armada pengangkut jemaah menuju pusat peribadatan. Lokasi sektor menjadi penentu rute layanan Bus Shalawat yang melayani perjalanan menuju Masjidil Haram selama 24 jam nonstop.
"Letak sektor dan nomor hotel tersebut sangat erat kaitannya dengan rute layanan transportasi bus Shalawat menuju Masjidil Haram yang akan terus beroperasi selama 24 jam penuh," tutur Ihsan.
Berdasarkan data operasional, PPIH telah mengamankan sebanyak 177 hotel yang tersebar di lima wilayah strategis Makkah. Berikut adalah rincian persebaran akomodasi jemaah haji Indonesia berdasarkan pembagian sektor tahun 2026:
| Sektor | Lokasi Wilayah | Jumlah Hotel |
|---|---|---|
| Sektor 1 | Syisyah (Pusat di Tayeb Hotel) | 32 hotel |
| Sektor 2 | Syisyah | 22 hotel |
| Sektor 3 | Syisyah & Raudhah | 19 hotel |
| Sektor 4 | Syisyah & Raudhah | 23 hotel |
| Sektor 5 | Syisyah & Raudhah | 18 hotel |
| Sektor 6 | Jarwal | 13 hotel |
| Sektor 7 | Misfalah | 17 hotel |
| Sektor 8 | Misfalah | 13 hotel |
| Sektor 9 | Misfalah | 19 hotel |
| Sektor 10 | Aziziyah | 1 hotel (Kapasitas >21 ribu) |
Keberadaan sistem penomoran baru ini juga diproyeksikan untuk mempercepat kinerja petugas lapangan dalam memberikan bantuan. Identifikasi lokasi akan menjadi lebih cepat dilakukan apabila ditemukan jemaah yang terpisah dari rombongan saat kembali dari Masjidil Haram.