Kreator Konten Kena Tipu Pria Mengaku Pegawai Kemenhub di Stasiun Duri

Kreator Konten Kena Tipu Pria Mengaku Pegawai Kemenhub di Stasiun Duri
Foto: Ilustrasi Kreator Konten Kena Tipu Pria Mengaku Pegawai Kemenhub di Stasiun Duri.

Seorang kreator konten traveling bernama Chery Gus (38) menjadi korban penipuan oleh pria bernama Sadam yang mengaku sebagai pegawai Kementerian Perhubungan di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026). Aksi penipuan ini terjadi saat korban sedang transit di stasiun tersebut setelah menempuh perjalanan dari luar kota, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kejadian bermula ketika pelaku mendekati Chery dan mengaku sebagai pengikut kontennya di media sosial TikTok. Pelaku kemudian menawarkan fasilitas akomodasi transportasi gratis mulai dari kereta api hingga pesawat dengan dalih memiliki akses di kementerian terkait.

ÔÇ£Nah di situ dia bilang dari Kementerian Perhubungan. Dia bisa bantu untuk gue naik transportasi secara gratis,ÔÇØ jelas Chery kepada Kompas.com melalui telepon, Sabtu (16/15/2026).

Korban yang merasa lelah pascaperjalanan jauh mengaku sempat kehilangan fokus dan merasa seolah-olah berada di bawah pengaruh hipnotis. Hal ini membuatnya menyetujui tawaran pelaku karena mengira ajakan tersebut merupakan bentuk kerja sama promosi atau endorsement.

ÔÇ£Aku pikir tuh kayak endorse, yang oh mungkin nanti aku bikin video tentang si perhubungannya nih gitu ya. Aku ya oke-oke aja karena memang biar cepet itu omongan gitu,ÔÇØ kata dia.

Chery menambahkan bahwa biasanya ia sangat waspada dan selalu melakukan analisis terhadap orang baru yang ia temui di tempat umum. Namun, pada hari kejadian, ia merasa kondisi pikirannya tidak stabil sehingga tidak menaruh kecurigaan sama sekali.

ÔÇ£Iya kayak gitu (hipnotis), otak nih kayak enggak bisa. Basanya gue juga analisa orang, cuma ini enggak tahu emang mungkin pulang dari luar kota capek, terus tidak fokus atau gimana,ÔÇ£ jelas dia.

Setelah pertemuan di stasiun, pelaku menghubungi korban melalui pesan WhatsApp untuk meminta sejumlah uang tunai sebagai biaya administrasi. Pelaku bahkan mendatangi kediaman korban pada malam hari dan memaksa transaksi dilakukan secara tunai agar tidak terdeteksi oleh kantornya.

ÔÇ£Dia enggak mau transfer rekening, dia dengan alasan katanya ÔÇÿIya nanti bank saya diini dicek sama apa lahÔÇÖ, pokoknya ngomongnya pinter banget,ÔÇØ jelas Chery.

Setelah memberikan uang tunai, pelaku kembali meminta tambahan dana melalui aplikasi GoPay yang kemudian dituruti oleh korban. Chery baru menyadari telah ditipu setelah mengunggah foto pelaku yang mengenakan seragam Korpri ke media sosial, di mana pengikutnya memberikan informasi bahwa pria tersebut adalah penipu spesialis.

ÔÇ£Pas kemarin video itu viral, banyak nih yang chat, 'Kak, dia tuh emang udah buronan, dia tuh udah spesialis penipu, keluar masuk penjara.ÔÇÖ Kayaknya emang emang udah pekerjaannya dia,ÔÇØ tutur Chery.

Merespons kejadian tersebut, Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Kementerian Perhubungan, Farida Mahmudah, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa pria bernama Sadam tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan institusinya.

ÔÇ£Kami konfirmasi bahwa yang bersangkutan bukan ASN Kementerian Perhubungan,ÔÇØ kata Farida kepada Kompas.com.

Pihak kementerian kini sedang berkoordinasi dengan Biro Hukum untuk mempertimbangkan langkah hukum terhadap pelaku. Hal ini dikarenakan Sadam telah mencatut nama dan menggunakan atribut resmi kementerian untuk melakukan tindakan kriminal.

ÔÇ£Untuk pelaporan ke kepolisian, kami sedang mohon saran dari Biro Hukum kami,ÔÇØ kata Farida.

Sementara itu, PT KAI Commuter Indonesia (KCI) menyatakan telah memasukkan data pelaku ke dalam sistem keamanan mereka. Pelaku telah didata menggunakan teknologi pengenal wajah untuk mencegahnya kembali masuk ke area stasiun.

ÔÇ£Sistem ini merupakan sistem pengenal wajah seluruh pengguna Commuter Line yang sudah dimasukan ke data base sistem, yang akan memberikan notifikasi jika terdapat kecocokan,ÔÇØ kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.

Artikel terkait

Rekomendasi