Unit pertama ponsel Trump T1 dijadwalkan mulai dikirimkan kepada para pemesan pada akhir pekan ini. Peluncuran perangkat besutan perusahaan Donald Trump tersebut dilakukan setelah sempat melewati berbagai fase drama penundaan hingga rumor pembatalan desain.
Kabar mengenai distribusi komersial ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Trump Mobile, Pat O'Brien. Dilansir dari Suara, O'Brien menyatakan bahwa pengiriman bagi pelanggan yang telah melakukan pra-pemesanan akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Proses pengiriman ini diperkirakan akan memakan waktu hingga beberapa minggu ke depan sampai seluruh pesanan awal benar-benar tuntas terpenuhi. Meskipun pihak manajemen mengklaim minat pasar sangat tinggi, sejumlah pengamat teknologi justru memberikan catatan kritis terhadap perangkat ini.
O'Brien menyebut bahwa penantian panjang para konsumen akan "terbayar karena kami menghadirkan produk yang luar biasa," namun detail teknis yang ditawarkan memicu skeptisisme di kalangan ahli. Trump T1 dipasarkan dengan harga promosi sebesar 499 dolar AS atau sekitar Rp8,8 juta.
Dari sisi spesifikasi, perangkat ini dinilai kurang kompetitif jika dibandingkan dengan ponsel kelas menengah lainnya seperti Samsung Galaxy A57 atau Motorola Edge 2025. Secara teknis, Trump T1 diketahui berbasis pada model HTC U24 Pro rilisan tahun 2024 dengan beberapa pengurangan fitur.
Dapur pacu ponsel ini mengandalkan chipset Snapdragon seri 7 yang dikombinasikan dengan layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Meskipun memiliki baterai berkapasitas 5.000 mAh, fitur pengisian daya nirkabel justru absen dari perangkat ini.
Sektor fotografi mengandalkan kamera utama 50MP dan lensa telefoto yang hanya mendukung 2x zoom. Masalah sistem operasi juga menjadi sorotan tajam karena ponsel ini masih menggunakan Android 15 di tengah populernya Android 16.
Trump Mobile sejauh ini belum memberikan jaminan terkait pembaruan sistem operasi maupun patch keamanan di masa depan. Selain itu, status manufaktur perangkat yang awalnya diklaim sebagai buatan Amerika Serikat kini berubah menjadi sekadar perakitan akhir di Miami.
O'Brien tetap menunjukkan optimisme dan mengeklaim bahwa produknya dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai Amerika, walau komponen utamanya tetap bergantung pada rantai pasok global. Pihak perusahaan juga tidak merilis angka pemesanan secara transparan kepada publik.
Kepercayaan konsumen saat ini menjadi pertaruhan besar bagi Trump Mobile, terutama setelah munculnya kontroversi perubahan syarat dan ketentuan terkait skema deposit 100 dolar AS yang sempat diberlakukan sebelumnya.