Pengguna Aplikasi Tring Pegadaian Tembus 6 Juta Nasabah

Pengguna Aplikasi Tring Pegadaian Tembus 6 Juta Nasabah
Foto: Ilustrasi Pengguna Aplikasi Tring Pegadaian Tembus 6 Juta Nasabah.

Jumlah pengguna aplikasi Tring! milik PT Pegadaian kini telah menembus angka lebih dari 6 juta nasabah. Capaian impresif ini berhasil dibukukan dalam kurun waktu sekitar enam bulan sejak platform digital tersebut resmi diluncurkan pada Oktober 2025 lalu.

Pertumbuhan yang signifikan ini merefleksikan besarnya minat masyarakat terhadap transformasi layanan digital yang dihadirkan perusahaan. Fakta tersebut komparatif dengan total keseluruhan nasabah Pegadaian saat ini yang telah melampaui angka 20 juta orang, seperti dilansir dari Investortrust.

"Nasabah Tring! itu sudah lebih dari 6 juta. Kita baru launching di bulan Oktober, jadi sekitar enam bulan sudah mencapai angka tersebut," ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti di sela-sela acara Tring Golden Run 2026, Minggu (26/4/2026).

Manajemen PT Pegadaian mematok target besar jangka panjang, yakni mendorong 70% dari total keseluruhan nasabah mereka untuk beralih menggunakan aplikasi Tring!. Demi merealisasikan target tersebut, perusahaan bergerak agresif dalam mendekati sektor komunitas.

Generasi muda menjadi pilar utama dalam strategi ekspansi ini melalui berbagai implementasi kegiatan, termasuk ajang musik dan olahraga. Strategi ini terbukti efektif mengingat separuh dari pengguna platform digital tersebut datang dari kelompok usia muda.

"Anak-anak Gen Z akan jadi target utama kami. Saat ini sekitar 50% nasabah Tring berasal dari kalangan Gen Z," katanya.

Daya Tarik Investasi Emas Terjangkau

Kehadiran fitur tabungan emas dengan nominal mulai dari Rp10.000 menjadi magnet utama yang memikat perhatian generasi muda. Produk ini dinilai sangat inklusif serta mampu menstimulasi kebiasaan berinvestasi sejak usia dini dengan modal yang minim.

"Daripada beli kopi, lebih baik investasi emas," jelasnya.

Langkah digitalisasi diposisikan sebagai pilar strategis bagi pertumbuhan korporasi di masa depan. Infrastruktur digital ini diklaim akan memperluas penetrasi pasar secara masif, dengan tetap mendapat dukungan kuat dari 4.030 outlet fisik yang tersebar.

Pegadaian berkomitmen terus memperkuat ekosistem teknologi dan memperlebar jalinan kemitraan dengan sektor perbankan. Upaya ini dirancang untuk mempercepat akuisisi pasar sekaligus mendongkrak tingkat literasi keuangan di tengah masyarakat.

Selain berfungsi sebagai instrumen perlindungan nilai investasi, komoditas emas juga memiliki keunggulan dari aspek likuiditas. Pemilik aset dapat menggadaikannya sewaktu-waktu untuk mendapatkan pencairan dana segar secara cepat.

"Dengan situasi ekonomi seperti sekarang, terutama dekat dengan masyarakat, yang butuhkan likuiditas artinya emas itu bisa menjadi aset yang produktif yang bukan hanya disimpan tapi juga bisa digadaikan," tutup Selfie.

Artikel terkait

Rekomendasi