Pengemudi Ojek Online Keluhkan Pendapatan Sebelum Layanan Hemat Dihapus

Pengemudi Ojek Online Keluhkan Pendapatan Sebelum Layanan Hemat Dihapus
Foto: Ilustrasi Pengemudi Ojek Online Keluhkan Pendapatan Sebelum Layanan Hemat Dihapus.

Sejumlah pengemudi ojek online di kawasan Jabodetabek mengeluhkan minimnya pendapatan bersih yang mereka terima akibat potongan besar dari sistem layanan hemat sebelum kebijakan penghapusan program tersebut diberlakukan pada Selasa (19/5/2026).

Kebijakan penghentian program langganan akses layanan hemat bagi mitra pengemudi resmi diambil oleh perusahaan aplikator Grab dan Gojek, dilansir dari Megapolitan. Langkah tersebut diterapkan sebagai bentuk tindak lanjut atas arahan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

Seorang pengemudi ojek online di Jakarta, Abdul (31), mengutarakan bahwa pendapatan dari komisi layanan hemat kerap dipangkas dalam jumlah yang cukup signifikan oleh perusahaan aplikasi pada Rabu (20/5/2026).

ÔÇ£Kalau buat saya sih bagus Hemat diberhentiin. Cuma takutnya nanti muncul lagi yang lebih parah dari Hemat,ÔÇØ kata Abdul.

Abdul menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan perusahaan aplikator meluncurkan sistem baru yang justru membebankan potongan komisi lebih besar kepada para pengemudi.

ÔÇ£Nanti bisa saja customer bayar Rp 14.000, tapi driver cuma dapat Rp 10.400. Itu malah bisa lebih berat,ÔÇØ ujarnya.

Selain persoalan besaran potongan, Abdul juga mengeluhkan penentuan jarak titik penjemputan penumpang pada sistem tersebut yang dinilai terlalu jauh sehingga menguras bahan bakar lebih banyak.

ÔÇ£Kadang jarak jemputnya bisa 2 sampai 5 kilometer. Jadi bukan driver enggak mau ambil order, tapi memang kejauhan,ÔÇØ kata Abdul.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pengemudi terpaksa bertahan mengambil program bertarif murah tersebut hanya demi menjaga performa akun mereka agar tetap mendapatkan pesanan. Abdul juga khawatir penghapusan ini berimbas pada program kemitraan sejenis yang baru berjalan.

ÔÇ£Kalau GoRide Hemat dihapus, bisa jadi layanan mitra jarak dekat yang baru jalan sekitar dua bulan juga ikut dihapus,ÔÇØ ujar Abdul.

Keluhan mengenai skema biaya tambahan untuk mengakses orderan bertarif murah tersebut juga dirasakan oleh pengemudi ojek online di wilayah Tangerang Selatan, Anjas (29).

ÔÇ£Kalau hemat itu berbayar. Kita bayar buat masuk ke Bike Hemat, ke argo-argo hemat,ÔÇØ kata Anjas.

Menurut hitungan Anjas, akumulasi potongan harian untuk mengakses fitur tersebut sangat membebani pendapatan bersih yang bisa dibawa pulang ke rumah.

ÔÇ£Harapannya hemat dihapus, tapi orderan tetap ada terus,ÔÇØ ucap Anjas.

Harapan positif terhadap perubahan kebijakan ini juga datang dari pengemudi ojek online lainnya, Tugiyat (52), yang menginginkan pemangkasan potongan komisi mampu mendongkrak pendapatan harian para pengemudi secara nyata.

ÔÇ£Pastinya merasa senang ya. Jadi pendapatan mungkin agak lebih karena potongan itu kan berkurang,ÔÇØ ujar Tugiyat.

Artikel terkait

Rekomendasi