Pengelola Proyek New Priok Eastern Access Jamin Jalur Kapal Nelayan

Pengelola Proyek New Priok Eastern Access Jamin Jalur Kapal Nelayan
Foto: Ilustrasi Pengelola Proyek New Priok Eastern Access Jamin Jalur Kapal Nelayan.

Pengelola proyek New Priok Eastern Access (NPEA) memberikan jaminan ketersediaan jalur pelayaran bagi nelayan di perairan Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (16/4/2026). Langkah ini merupakan respons atas aksi protes para nelayan yang mengkhawatirkan terganggunya aktivitas penangkapan ikan akibat konstruksi jalan tol di atas laut tersebut.

Dilansir dari Megapolitan, Project Manager NPEA Seksi 2 PT Pembangunan Perumahan, Ikhsan Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perencanaan konstruksi telah mempertimbangkan alur keluar masuk kapal dari berbagai ukuran. Pihaknya memastikan tinggi ruang bebas di bawah struktur tol cukup memadai untuk dilintasi armada nelayan setempat.

"Jadi memang di perencanaannya sendiri kita memang siapkan alur-alur dan akses keluar masuk bagi nelayan, bagi nelayan yang kapalnya kecil maupun sampai yang besar. Nah, rata-rata ketinggiannya 10 meter," kata Ikhsan Budi Prasetyo, Project Manager NPEA Seksi 2 PT Pembangunan Perumahan.

Berdasarkan detail desain yang disiapkan, pengelola menyediakan dua akses utama dengan spesifikasi lebar sekitar 60 meter dan tinggi mencapai 18 meter. Ikhsan berharap infrastruktur ini dapat memfasilitasi kapal berdimensi besar tanpa mengganggu kenyamanan navigasi.

ÔÇ£Ini yang harapannya bisa menjamin selain kapal-kapal nelayan yang kecil, mungkin ada bagan-bagan tangkap yang dimensinya cukup besar tetap bisa keluar masuk dengan nyaman,ÔÇØ ujarnya.

Selama masa pembangunan berlangsung, pelaksana proyek memasang berbagai perangkat keselamatan untuk mencegah kecelakaan di area kerja. Hal ini mencakup pemasangan lampu penanda dan pelampung guna memandu nelayan yang melintas pada kondisi gelap atau malam hari.

"Alat-alat konstruksi kita di lapangan pun kita harus pastikan aman dan harus kita berikan penanda yang cukup supaya tidak terkena oleh baling-baling kapal dari nelayan," ucap Ikhsan.

Pihak Pelindo juga menyatakan komitmennya dalam menjaga kelancaran aktivitas warga di pesisir utara Jakarta. Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menegaskan bahwa seluruh tahap pengerjaan proyek dilakukan dengan mengikuti regulasi yang berlaku serta mengedepankan faktor lingkungan.

ÔÇ£Pelindo menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk para nelayan di wilayah Cilincing,ÔÇØ kata Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo.

Ali menambahkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait terus dijalankan untuk menindaklanjuti aspirasi yang muncul di lapangan. Pelindo menyatakan keterbukaan untuk melakukan audiensi dengan warga yang terdampak langsung oleh proyek tersebut.

ÔÇ£Serta mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran alur pelayaran, dan keberlanjutan lingkungan,ÔÇØ imbuhnya.

Pihak Pelindo berjanji akan menyediakan ruang komunikasi yang berkelanjutan guna memastikan kebutuhan masyarakat pesisir tetap terpenuhi selama proyek berjalan.

ÔÇ£Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk nelayan,ÔÇØ tambahnya.

Sebelumnya, puluhan nelayan di muara Cakung Drain melakukan aksi parade kapal pada Selasa (14/4/2026) sore untuk menolak pembangunan NPEA dan reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda. Mereka membentangkan spanduk penolakan di area tiang pancang sebagai bentuk kekhawatiran atas keberlangsungan ruang hidup masyarakat pesisir.

Artikel terkait

Rekomendasi