Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperketat pengawasan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia melalui pemeriksaan kualitas rutin di Daerah Kerja Madinah pada Kamis (24/4/2026). Langkah ini bertujuan memastikan asupan nutrisi jemaah tetap terjaga guna menghadapi cuaca ekstrem yang mencapai suhu 40 derajat Celsius.
Peningkatan standar kualitas dilakukan melalui mekanisme uji rasa atau meal test yang dilaksanakan secara berlapis setiap hari. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, proses pemantauan ini mencakup pemeriksaan aspek kebersihan, cita rasa, hingga ketepatan porsi yang didistribusikan kepada seluruh jemaah.
Kabid Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa pemeriksaan teknis tersebut merupakan tahap final sebelum logistik makanan sampai ke tangan jemaah di tiap maktab.
"Sehari tiga kali dilakukan meal test. Ini penting untuk memastikan kualitas rasa, kebersihan, hingga kesesuaian porsi yang diterima jemaah," ujar Indri Hapsari.
Pemeriksaan rutin ini juga dibarengi dengan peningkatan standar porsi makanan dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, satu porsi makanan jemaah terdiri atas 170 gram karbohidrat, 80 gram protein, dan 70 gram sayuran, lengkap dengan tambahan buah segar serta air mineral 600 ml.
Selain standar umum, PPIH menyediakan menu khusus dengan tekstur lebih lunak bagi jemaah lanjut usia untuk memudahkan konsumsi. Penyediaan layanan inklusif ini dijalankan melalui koordinasi intensif antara petugas konsumsi dengan masing-masing ketua kloter sesuai kondisi fisik jemaah.
Indri Hapsari juga memberikan peringatan keras terkait batas waktu konsumsi makanan agar jemaah terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang rusak terpapar panas.
"Kami imbau jemaah segera mengonsumsi makanan setelah diterima. Perhatikan stiker batas waktu di kemasan, jangan disimpan terlalu lama," tegas Indri Hapsari.
Berdasarkan ketentuan teknis, batas aman konsumsi sarapan adalah sebelum pukul 09.00, makan siang sebelum pukul 15.00, dan makan malam sebelum pukul 21.00 waktu setempat. Kepatuhan terhadap jadwal ini krusial mengingat kondisi termal di Arab Saudi yang dapat mempercepat proses pembusukan makanan.