Ahli tumbuh kembang anak menekankan pentingnya peran pengasuh yang konsisten dalam memantau fase seribu hari pertama kehidupan anak guna memastikan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang optimal. Hal ini disampaikan dalam peresmian Mika Daycare & Preschool di Tangerang Selatan pada Sabtu (25/4/2026), sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, menjelaskan bahwa meskipun pertumbuhan fisik seperti berat dan tinggi badan mudah dipantau, aspek perkembangan anak jauh lebih sulit untuk dideteksi secara terukur oleh orang tua.
"Tumbuh itu adalah sesuatu yang kita bisa lihat dengan mudah, berat badan anak kita, tinggi badannya dia, dan lingkar kepalanya. Tetapi perkembangan itu sebenarnya susah buat kita lihat secara terukur," ujar Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, Ahli Tumbuh Kembang Anak.
Menurutnya, perkembangan otak anak terjadi sangat masif di mana 90 persen otak akan terus berkembang hingga menginjak usia lima tahun, terutama melalui sambungan saraf yang berkembang satu juta kali setiap saat.
"Kita sebenarnya tidak sadar, kalau kita punya bayi di rumah, dalam setiap sambungan syaraf itu berkembang 1 juta kali, jadi cepat banget. Bahkan 90% otak anak akan terus berkembang sampai menginjak usia 5 tahun," tutur Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, Ahli Tumbuh Kembang Anak.
Dr. Dewi menyarankan agar orang tua yang memiliki keterbatasan waktu akibat bekerja untuk memilih pengasuh atau tempat penitipan anak (daycare) yang mampu memberikan stimulasi tepat serta memahami kebutuhan nutrisi anak.
"Anak-anak memiliki masa penting banget untuk mengoptimalkan stimulasi di usia 2 sampai lima tahun pertama, oleh karenanya perlu pengasuh yang mampu melekat pada anak kita, memahami perkembangan dan pertumbuhan," kata Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, Ahli Tumbuh Kembang Anak.
Ia juga menegaskan agar orang tua tidak mengganti pengasuh secara mendadak, terutama saat anak mendekati usia dua tahun, demi menjaga rasa aman dan kepercayaan diri anak dalam mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
"Saat anak sudah dapat mbak (pengasuh) yang bagus, tapi kita ganti-ganti anak akan kasihan. Padahal stimulasi bagus, karena mbak (pengasuh)-nya bagus. Sebisa mungkin dari usia menjelang dua tahun, anak memiliki primary care yang sama, tidak apa-apa misal sama neneknya kalau paham. Asalkan anak merasa bahwa kehidupan tidak berubah karena beda pengasuh," pungkas Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, Ahli Tumbuh Kembang Anak.
Marta Yuliana selaku Co-Founder Mika Daycare & Preschool menyatakan bahwa layanan daycare hadir sebagai sistem pendukung bagi ibu pekerja agar dapat menjalankan peran profesional tanpa mengesampingkan keamanan anak.
"Selama ini kami melihat banyak orang tua, khususnya ibu, menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan peran profesional dan keluarga. Kami dalam hal ini (Mika Daycare) hadir sebagai support system yang memungkinkan orang tua bekerja dengan lebih tenang, karena anak-anak mereka berada dalam lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya," jelas Marta Yuliana, Co-Founder Mika Daycare & Preschool.
Pemerintah turut memberikan dukungan melalui regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 mengenai kesejahteraan ibu dan anak untuk memperkuat penyediaan prasarana pengasuhan.
"Dukungan dari pemerintah salah satunya melalui Undang-Undang (UU) No. 4 Tahun 2024 tentang kesejahteraan ibu dan anak dalam dukungan masyarakat di TPA. Itu sudah terdapat dalam pasal-pasal, salah satunya penyediaan prasarana untuk ibu pekerja, salah satunya mengandalkan pengasuhan anak," tutur Titi Eko Rahayu, Sekretariat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA).