Spesies dinosaurus herbivora unik bernama Pegomastax africanus berhasil diidentifikasi oleh para peneliti. Hewan purba yang berukuran lebih kecil dari kucing rumahan ini diperkirakan hidup sekitar 200 hingga 190 juta tahun lalu pada periode Jura Awal.
Dikutip dari Media Indonesia, dinosaurus ini memicu perhatian besar di dunia paleontologi akibat kombinasi fisiknya yang tidak biasa. Satwa kuno ini memiliki paruh menyerupai burung beo, sepasang taring tajam, serta tubuh yang diselimuti bulu kaku mirip duri landak.
Paleontolog Paul Sereno dari Universitas Chicago pertama kali mengenali fosil Pegomastax africanus saat memeriksa koleksi di Universitas Harvard. Spesimen rahang berukuran mungil dengan panjang kurang dari 2,5 sentimeter tersebut sebenarnya telah digali sejak era 1960-an di Afrika Selatan.
Identitas rahang kuno ini sebagai spesies baru akhirnya terungkap dan dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ZooKeys pada 2012.
"I immediately realized that it was a species that had never been recognized before," ujar Paul Sereno dalam laporannya terkait penemuan rahang tersebut.
Secara klasifikasi ilmiah, Pegomastax africanus dikelompokkan ke dalam keluarga heterodontosaurid. Walaupun dipersenjatai sepasang taring tajam yang tampak mengintimidasi, para pakar menegaskan bahwa makhluk purba ini merupakan pemakan tumbuhan.
Struktur taring tersebut diduga kuat bukan berfungsi untuk berburu mangsa. Para ahli memperkirakan taring itu digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri dari ancaman predator atau alat kompetisi antarjantan demi memperebutkan pasangan.
Studi ini sekaligus menyingkap pola evolusi kelompok heterodontosaurid yang terpisah antara wilayah utara dan selatan ketika superbenua Pangaea mulai terpecah. Spesies bagian selatan seperti Pegomastax terbukti memiliki struktur gigi tinggi yang lebih kompleks.
Kondisi tersebut berbeda dengan kerabatnya di utara, contohnya Tianyulong confuciusi yang ditemukan di Tiongkok. Perpaduan dimensi tubuh mini, senjata taring, dan mantel bulu berduri menempatkan Pegomastax africanus sebagai salah satu temuan paling eksentrik dalam sejarah evolusi dinosaurus herbivora.
Penyajian data karakteristik fisik satwa purba ini dapat dicermati pada rincian berikut.
| Karakteristik | Detail |
|---|---|
| Ukuran Tubuh | Kurang dari 60 sentimeter (lebih ringan dari kucing rumahan). |
| Struktur Gigi | Paruh pendek untuk memetik tumbuhan dan gigi belakang yang bisa menajamkan diri sendiri. |
| Pelindung Tubuh | Bulu-bulu kaku mirip duri landak di sekujur tubuh. |
| Habitat Asal | Wilayah selatan superbenua Pangaea (sekarang Afrika Selatan). |