Tim peneliti dari California Polytechnic State University memasang kamera canggih bertenaga surya untuk memantau aktivitas ribuan ular derik di sebuah sarang raksasa di Colorado, Amerika Serikat, pada April 2026. Proyek yang dinamakan Project RattleCam ini bertujuan membedah perilaku sosial reptil tersebut di habitat aslinya.
Sarang tersebut dihuni oleh ratusan hingga dua ribu ekor ular yang berkumpul di lokasi terpencil untuk berlindung. Dilansir dari Detik iNET, penggunaan teknologi kamera ini memungkinkan ilmuwan melakukan pengamatan tanpa menyentuh atau mengganggu keberadaan satwa tersebut secara langsung.
Data yang dikumpulkan mencakup cara ular mempertahankan kelembapan tubuh, menghindari sengatan matahari, dan mengatur suhu internal mereka. Rekaman ini juga disiarkan secara langsung melalui platform YouTube sebagai bagian dari inisiatif citizen science bagi masyarakat luas.
Prof. Emily Taylor, pakar biologi yang memimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa proyek tersebut berupaya mengubah persepsi negatif publik terhadap ular derik. Selama ini, reptil sering dianggap sebagai hewan soliter yang agresif, namun pengamatan menunjukkan interaksi sosial yang kompleks.
"Siaran langsung ini memungkinkan kami mengumpulkan data tentang ular derik liar tanpa mengganggu mereka, memfasilitasi penemuan ilmiah tanpa bias," ujar Taylor, Profesor Biologi dari California Polytechnic State University.
Taylor menambahkan bahwa melalui rekaman tersebut, masyarakat dapat melihat sisi lain kehidupan ular, termasuk perilaku keibuan yang jarang terekam. Video menunjukkan ular betina yang sedang hamil tinggal bersama di dalam sarang hingga anak-anak mereka lahir.
Kondisi geologi wilayah Colorado yang memiliki banyak celah batu ideal menjadi alasan utama terbentuknya sarang raksasa ini. Celah tersebut memberikan perlindungan maksimal bagi koloni ular untuk bertahan hidup selama musim dingin dan berkumpul menjelang musim kawin tiba.