Seorang peneliti pascasarjana bernama Donald Rusk Currey menebang pohon Prometheus, salah satu organisme tertua di bumi, di kawasan Nevada, Amerika Serikat, pada Agustus 1964. Tindakan ini dilakukan guna mengambil data cincin pertumbuhan pohon untuk kepentingan riset perubahan iklim global.
Pohon spesies Bristlecone Pine (Pinus longaeva) tersebut diperkirakan telah hidup selama lebih dari 4.800 tahun sebelum akhirnya dipotong untuk sampel ilmiah. Dilansir dari Detik iNET, peristiwa ini memicu perdebatan panjang mengenai etika penelitian terhadap pelestarian lingkungan hidup yang tak tergantikan.
Donald Rusk Currey melakukan penebangan setelah mendapatkan izin resmi dari otoritas kehutanan setempat untuk memetakan kondisi lingkungan masa lalu. Pengambilan sampel melalui batang pohon dianggap metode paling akurat dalam mencatat sejarah alam secara alami selama ribuan tahun.
"Penelitian ini bertujuan memperoleh data yang lebih akurat tentang perubahan lingkungan yang secara alami tercatat dalam batang pohon selama ribuan tahun," jelas laporan penelitian tersebut sebagaimana dikutip dari ClickPetroleoeGas.
Langkah Currey tersebut mengundang kecaman setelah hasil analisis menunjukkan bahwa pohon yang ditebang merupakan salah satu organisme non-klonal paling tua di dunia. Mirisnya, usia pasti pohon tersebut baru terungkap setelah proses penebangan dan perhitungan cincin batang selesai dilakukan oleh tim peneliti.
Insiden tumbangnya Prometheus kini menjadi landasan penting bagi pengetatan aturan konservasi spesies Bristlecone Pine di berbagai wilayah Amerika Serikat. Pohon tersebut dianggap sebagai warisan alam yang usianya bahkan melampaui pembangunan piramida di Mesir serta awal mula peradaban manusia modern.