Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta membuka pendaftaran program 1.000 pramudi Mikrotrans berdaya tahap kedua secara daring hingga 25 April 2026. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat Jakarta untuk bergabung dalam ekosistem transportasi publik tanpa dipungut biaya pendaftaran.
Dilansir dari Kompas, inisiatif ini memberikan kesempatan bagi warga yang memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan pelatihan teknis sebelum resmi bertugas. Calon peserta diwajibkan mendaftarkan diri melalui tautan resmi s.id/pramudibazis2 sebelum batas waktu yang telah ditentukan pada hari Rabu (22/4/2026).
Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Sholih, menegaskan bahwa pembukaan tahap kedua ini merupakan bentuk perluasan ruang pemberdayaan ekonomi warga. Hal ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam layanan integrasi transportasi di ibu kota.
"Program 1.000 pramudi Mikrotrans berdaya tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat," kata Ahmad Sholih, Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa seleksi ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan tenaga pengemudi, melainkan bagian dari pengembangan kualitas individu. Peserta yang lolos akan dibekali materi kedisiplinan agar mampu memberikan layanan prima bagi penumpang.
"Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta," ucap Ahmad Sholih, Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta.
Persyaratan bagi pelamar mencakup batasan usia 22 hingga 45 tahun, kepemilikan KTP DKI Jakarta, serta ijazah minimal SMA atau sederajat. Selain itu, pendaftar wajib memiliki SIM A aktif atau lebih tinggi dan memiliki pengalaman membawa kendaraan transmisi manual sekurangnya satu tahun.
Seluruh rangkaian seleksi, mulai dari administrasi hingga pelatihan, bersifat wajib diikuti oleh setiap peserta hingga tuntas. Program ini terbuka bagi pria maupun wanita yang memiliki etos kerja tinggi dalam mendukung sistem layanan transportasi terintegrasi di Jakarta.