Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjadwalkan pembukaan fase kedua pendaftaran haji bagi jemaah domestik, baik warga lokal maupun ekspatriat, pada Sabtu, 18 April 2026 atau bertepatan dengan 1 Zulkaidah.
Pelaksanaan pendaftaran ini dikhususkan bagi calon jemaah yang tercatat sudah pernah menunaikan ibadah haji dalam kurun waktu lima tahun terakhir melalui platform digital resmi pemerintah. Dilansir dari Detikcom, proses pengajuan izin tersebut dapat diakses secara mandiri oleh pemohon melalui aplikasi Nusuk.
Kebijakan pengisian kuota pada tahap kedua ini bersifat kondisional, di mana otoritas terkait akan mempertimbangkan permohonan jika masih tersedia sisa lowongan paket haji. Prioritas utama tetap diberikan kepada pendaftar tahap pertama yang belum pernah berhaji dalam lima tahun terakhir.
Sebelumnya, Kementerian telah memulai fase awal pendaftaran bagi warga Saudi dan ekspatriat yang belum berhaji dalam lima tahun terakhir sejak 23 Februari lalu. Langkah ini kemudian diikuti dengan pembukaan fase pendaftaran paket haji pada 4 Maret bagi jemaah yang datanya telah terverifikasi di sistem.
Syarat administratif utama yang ditekankan oleh kementerian adalah kepemilikan izin tinggal yang sah bagi penduduk ekspatriat. Penekanan prioritas tetap konsisten diberlakukan bagi individu yang baru pertama kali menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Masyarakat yang masuk dalam kualifikasi tahap kedua dapat mengikuti prosedur pendaftaran melalui sistem Nafath yang terintegrasi dengan aplikasi atau situs resmi Nusuk. Calon jemaah diwajibkan melengkapi data diri serta kualifikasi sebelum memilih paket layanan yang tersedia.
Setelah melengkapi data diri dan menambahkan pendamping jika diperlukan, pemohon harus menyelesaikan proses reservasi dan pembayaran paket. Status permohonan akan diproses secara sistematis hingga izin resmi ibadah haji diterbitkan oleh pihak berwenang.