Aksi pencurian menimpa sebuah hunian di kawasan Legoso, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Rabu (15/4/2026) siang saat pemiliknya sedang bepergian. Insiden ini mengakibatkan hilangnya sejumlah perangkat elektronik serta koleksi piringan hitam dan memorabilia eksklusif band Oasis milik Liam dan Noel Gallagher yang bernilai puluhan juta rupiah.
Peristiwa tersebut dialami oleh Ilham Prananda (37) yang baru menyadari rumahnya dibobol setelah kembali dari sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, pelaku diduga berjumlah dua orang yang masuk dengan cara merusak gembok pagar dan mencongkel pintu utama.
"Pas adik buka pagar, dia bingung gitu, loh kok gemboknya udah enggak ada. Pintu udah kebuka, adik langsung lihat ke dalam, dari luar ya pintu rumah udah kebuka lebar," kata Ilham, Korban.
Kecurigaan awal Ilham tertuju pada kemungkinan pelaku masih berada di dalam area bangunan sehingga ia segera melakukan pemeriksaan ke setiap ruangan. Ia menemukan kamar utama masih dalam kondisi terkunci, namun area pribadi di lantai atas telah diacak-acak oleh penyusup.
"Tetapi kami cek semuanya. Kamar utama dalam kondisi terkunci. Terus gue langsung naik ke atas ke kamar gue sama kamar adik gue. Pintu udah kebuka," tambah Ilham, Korban.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa MacBook Pro M1, iPad Pro 2019, jaket, dan beberapa kotak piringan hitam koleksi Oasis telah hilang dari tempatnya. Rekaman CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan dua orang mencurigakan, di mana salah satunya menggunakan atribut ojek online, sempat memantau situasi rumah pada pukul 11.35 WIB.
"Tetangga sebelah bilang ada orang nanya (kepadanya), 'Ini rumah kosong atau ada orangnya, Pak?'," ujar Ilham, Kolektor Memorabilia Oasis.
Korban sempat mencoba melacak posisi gawai miliknya melalui fitur iCloud yang kemudian menunjukkan titik koordinat di sebuah kafe tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, upaya penggeledahan secara mandiri tidak dapat dilakukan karena keterbatasan wewenang hukum tanpa adanya laporan kepolisian yang resmi.
"Terus mau ngecek kafe sesuatu di geledah juga belum bisa. Enggak mungkin juga karena kami belum punya laporan resmi pada saat itu," kata Ilham, Korban.
Ilham telah melaporkan pencurian ini ke Polsek Ciputat Timur dengan nomor laporan TBL/B/505/IV/2026/SPKT/SEKCIPTIM/RESTANGSEL/POLDAMETROJAYA. Pemilik Museum Oasis ini juga memberikan peringatan kepada para kolektor dan toko musik agar tidak membeli barang-barang hasil curian tersebut karena memiliki identitas yang sangat spesifik.
"Pesen gue untuk para pembeli, baik penjual online atau toko-toko di Jakarta, Bandung, Indonesia hingga luar negeri, kalau gak mau berurusan hukum mending dilaporin aja. Kalau ada yang tiba-tiba nawarin koleksi atas nama gue, itu gak bener," ujar Ilham, Pendiri Museum Oasis.
Pendiri toko Niyobana ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjual koleksi pribadi melalui perantara pihak ketiga. Informasi mengenai hilangnya aset berharga ini telah disebarluaskan ke berbagai komunitas pecinta musik dan penjual rilisan fisik di kawasan Jakarta.
"Berita kehilangan ini sudah menyebar ke komunitas. Istilahnya kalau elo anak bola, untuk ngomongin Oasis ini, ini sudah atas nama gue. Udah nyebar juga ke komunitas Oasis, komunitas penjual di Blok M dan Pasar Santa," ujarnya Ilham, Korban.
Ia berharap kerja sama dari komunitas musik dapat mempersempit ruang gerak pelaku dalam menjual barang curian tersebut di pasar gelap. Ilham menekankan risiko hukum bagi siapa saja yang terbukti menampung barang-barang miliknya yang hilang.
"Mudah-mudahan enggak ada yang terkecoh, karena ini barang milik Ilham lalu dijual belikan dengan harga murah. Jangan. Karena nanti lo dianggap jadi penadah. Ini pesan gue," pungkas Ilham, Korban.
Pihak kepolisian melalui Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.