Sekelompok pemuda di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berhasil menciptakan inovasi bahan bakar alternatif dengan memanfaatkan limbah plastik yang menumpuk. Gerakan ini muncul sebagai bentuk keresahan terhadap permasalahan sampah di lingkungan sekitar mereka.
Dikutip dari Kompas, berbagai jenis material plastik digunakan sebagai bahan baku, mulai dari kantong kresek, bungkus kemasan makanan, hingga botol minuman. Para pemuda ini mengutamakan barang berbahan plastik yang memiliki karakteristik mudah dibakar untuk diproses lebih lanjut.
Peralatan yang mereka gunakan tergolong sederhana dan merupakan hasil rakitan mandiri. Komponen utamanya terdiri dari drum atau tong besi sebagai wadah utama, pipa besi untuk penyaluran, serta kayu kering yang difungsikan sebagai bahan bakar pemanas.
Proses konversi ini menerapkan metode pirolisis, yaitu teknik pemanasan sampah plastik dalam suhu tinggi tanpa melibatkan oksigen. Tahapan pembakaran ini berlangsung selama kurang lebih enam jam hingga material plastik tersebut mencair menjadi minyak mentah.
Minyak mentah hasil pirolisis kemudian melewati proses penyulingan kembali selama satu jam. Tahapan akhir ini bertujuan untuk memurnikan cairan tersebut hingga menghasilkan beberapa jenis bahan bakar, seperti solar, premium, dan minyak tanah.
Secara teknis, setiap 10 kilogram sampah plastik yang diolah mampu menghasilkan sekitar 9 liter minyak mentah. Dari total output tersebut, komposisi produk akhir terdiri atas 60 persen solar, 15 persen premium, 10 persen minyak tanah, dan 5 persen gas.
Langkah kreatif ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah setempat karena dinilai efektif menyelesaikan persoalan sampah plastik. Selain itu, inovasi ini dipandang mampu mendorong desa menuju status mandiri energi dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.
Hasil produksi bahan bakar dari limbah plastik ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi sudah diuji coba secara nyata. Saat ini, bahan bakar tersebut digunakan untuk menggerakkan peralatan pertanian warga, termasuk mesin traktor pembajak sawah dan pompa air irigasi.