Pemprov DKI Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

Pemprov DKI Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pemusnahan massal terhadap 6,9 ton ikan sapu-sapu yang dikumpulkan dari lima wilayah kota administrasi pada Sabtu (18/4/2026). Langkah ini diambil karena jenis ikan invasif tersebut dinilai berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi manusia.

Pemusnahan dilakukan setelah petugas mengidentifikasi risiko kontaminasi tinggi pada populasi ikan sapu-sapu yang hidup di perairan Jakarta. Sebagaimana dilansir dari Detik Health, konsumsi daging ikan ini dikaitkan dengan risiko penyakit berat seperti kanker akibat paparan limbah di habitat aslinya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup secara liar di air tercemar memiliki potensi besar menyimpan zat berbahaya. Hal ini mencakup berbagai jenis logam berat serta bakteri merugikan.

"Pada perairan yang tercemar, risiko kontaminasi logam berat sangat tinggi. Termasuk cemaran bakteri seperti E coli yang berbahaya jika dikonsumsi," beber Hasudungan.

Ikan ini diketahui memiliki kemampuan bertahan hidup di lingkungan buruk, sehingga tubuhnya berpotensi menyerap Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg), hingga Arsen (As). Akumulasi zat kimia tersebut dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan organ vital pada sistem saraf, ginjal, dan hati.

"Kalau ikan berasal dari sungai tercemar, sangat mungkin kandungan logam beratnya melebihi ambang batas aman. Konsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan keracunan kronis," kata Hasudungan.

Berdasarkan data medis, paparan zat seperti kadmium telah lama dikaitkan dengan peningkatan kasus kanker payudara pada wanita menurut penelitian dari Karolinska Institutet. Selain itu, badan internasional IARC juga telah mengklasifikasikan senyawa arsenik sebagai zat karsinogenik utama yang mengancam nyawa manusia.

Artikel terkait

Rekomendasi