Pemerintah Kota Yogyakarta menemukan 33 tempat penitipan anak atau daycare yang beroperasi tanpa izin resmi di wilayahnya. Temuan ini merupakan hasil razia maraton selama dua hari yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo pada Selasa (28/4/2026).
Langkah tegas ini diambil sebagai respons cepat otoritas setempat menyusul dugaan kasus kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di daycare Little Aresha, Umbulharjo. Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas, tim gabungan telah mengidentifikasi total 70 fasilitas penitipan anak di seluruh kota.
"Dua hari ini kami sudah mulai razia tempat penitipan anak, dan sampai saat ini sudah kita dapatkan ada 37 daycare-daycare yang berizin dan juga ada 33 daycare lainnya yang belum berizin," kata Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Pemerintah berencana melakukan pengawasan dan audit secara berkala untuk memastikan seluruh penyedia jasa penitipan anak mematuhi regulasi yang berlaku. Hasto menegaskan bahwa proses identifikasi ini penting untuk menata ulang ekosistem perlindungan anak di tingkat kota.
"Dan tentu ini sebagai satu pembelajaran bersama lintas sektor kita untuk kemudian bagaimana regulasi ke depan harus lebih baik lagi," tambah Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Upaya identifikasi ini juga bertujuan untuk memetakan kapasitas tampung bagi anak-anak yang membutuhkan tempat penitipan baru. Data sementara menunjukkan terdapat 15 daycare resmi yang masih mampu menampung sekitar 78 anak tambahan.
"Nah kita sadari betul bahwa anak-anak yang menjadi korban ini bagaimana dititipkan ke tempat penitipan anak atau daycare yang lain," tutur Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Kebutuhan akan tempat penitipan anak yang aman dinilai sangat mendesak mengingat kondisi sosiologis masyarakat perkotaan. Banyak orang tua di Yogyakarta yang keduanya berstatus sebagai pekerja aktif.
"Ini menjadi sesuatu yang sangat emergency, karena orang tua, dua-duanya pada punya pekerjaan," tambah Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Selain masalah perizinan, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menanggung seluruh biaya pendampingan bagi para korban kekerasan di daycare Little Aresha. Alokasi dana disiapkan untuk menjamin keberlanjutan rehabilitasi hingga akhir semester ini.
"Dan kami memutuskan untuk pembiayaan sampai akhir semester ini kami dari pemerintah kota bisa menanggung hal tersebut, termasuk untuk memberikan pendampingan, dan pembiayaan kepada korban," kata Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.
Intervensi medis dan psikologis menjadi prioritas utama untuk memulihkan trauma serta memantau kondisi fisik para korban. Tim medis yang dilibatkan mencakup dokter spesialis anak dan ahli tumbuh kembang.
"Sehingga selain masalah psikis, kami harus juga melakukan pemeriksaan secara fisik, sehingga gangguan fisik yang ada juga harus kami tangani bersama dokter anak dan dokter dokter ahli tumbuh kembang anak," katanya.