Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan aksi penjaringan massal ikan sapu-sapu di aliran sungai pada 10 kecamatan wilayah setempat, Jumat (17/6/2026). Operasi serentak tersebut berhasil mengamankan total 763 kilogram ikan yang kemudian langsung dimusnahkan karena indikasi pencemaran logam berat.
Aksi ini melibatkan sedikitnya 150 personel gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Gulkarmat, serta jajaran kelurahan dan kecamatan. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, salah satu titik fokus penangkapan berada di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, yang menyumbang sekitar 200 kilogram dari total tangkapan.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, memimpin langsung jalannya operasi dengan menyusuri Kali Ciliwung menggunakan perahu karet bersama jajaran Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Penangkapan dilakukan menggunakan jala sebelum ikan-ikan tersebut dikumpulkan untuk proses pembuangan.
"Kami rekap dari 10 lokasi sebanyak 763 kilogram (ikan sapu-sapu)," kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin saat ditemui di lokasi penagkapan ikan, Kramat Jati, Jumat (17/6/2026).
Setelah proses penjaringan selesai, seluruh ikan yang tertangkap segera dimatikan dan dikubur dalam lubang tanah. Langkah pemusnahan ini diambil untuk memastikan ikan-ikan tersebut tidak dikonsumsi atau disalahgunakan oleh masyarakat mengingat kondisi habitat yang tercemar.
"Semuanya ikan yang ditangkap harus terkubur, karena ikan sapu-sapu yang di Jakarta ini kan sudah di lab itu mengandung kandungan timbal atau merkuri berbahaya itu di atas ambang batas," tutur dia.
Pemerintah setempat berencana menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan untuk menjaga ekosistem sungai di wilayah Jakarta Timur. Munjirin juga membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak agar masyarakat dapat terlibat lebih aktif dalam upaya pembersihan sungai ini.
"Nantinya saya akan mencoba berbicara dengan stakeholder yang lain agar masyarakat yang membantu untuk menangkap ikan sapu-sapu ini mudah-mudahan bisa ada apresiasi," kata dia.