Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menutup sementara destinasi wisata pemandian Tibu Ijo di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, setelah seorang wisatawan asal Mataram, Liza Pratiwi, ditemukan tewas terseret air bah pada Minggu (5/4/2026). Penutupan ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan di lokasi tersebut.
Keputusan penghentian aktivitas wisata ini merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan aparat keamanan. Dilansir dari Detik Travel, kawasan ini dinilai rawan kecelakaan air terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah pegunungan sekitarnya.
"Untuk di Tibu Ijo itu terlarang untuk dikunjungi, sudah kita tutup," tegas Camat Gunung Sari, Zulkifli, Senin (13/4).
Pihak berwenang telah memasang papan pengumuman larangan berkunjung di sepanjang jalur masuk utama dan titik-titik strategis lainnya. Pengawasan diperketat dengan melibatkan warga lokal untuk memantau setiap pengunjung yang mencoba mendekati area sungai.
"Sejak pintu masuk jembatan itu sudah ada larangan. Masyarakat juga sudah tahu, sehingga siapa pun yang masuk akan ditanyakan," ujar Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan bahwa faktor alam dan tanda bahaya seperti kemunculan awan gelap di puncak gunung menjadi indikator utama potensi banjir bandang yang harus diwaspadai masyarakat. Kedepannya, penataan ulang akan dilakukan agar pengunjung wajib menggunakan jasa pemandu bersertifikat.
"Masyarakat di sana sudah maklum, kalau ada awan hitam di puncak gunung itu orang tidak boleh mandi. Itu tanda akan ada hujan besar dan potensi banjir," jelas Zulkifli.
Zulkifli mengimbau masyarakat agar tidak lagi memaksakan diri masuk ke area bahaya tanpa pengawasan tenaga profesional demi keselamatan diri sendiri.
"Kita sudah punya tim pemandu, lengkap dengan alat-alat safety. Jadi jangan nekat sendiri, pakailah pemandu," ujarnya.
Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, memaparkan kronologi kejadian yang bermula saat korban bersama rekannya tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita sebelum cuaca memburuk secara mendadak.
"Korban bersama temannya menyeberangi sungai saat kondisi mulai hujan, kemudian datang air bah dengan arus sangat deras," kata Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, Senin (6/4/2026).
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kedua korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berpegangan pada material alam di sekitar sungai menggunakan alat bantu seadanya.
"Upaya tersebut tidak bertahan lama karena arus semakin kuat, hingga keduanya terseret dan terpisah," ucap Iptu Ida Bagus Adnyana Putra.
Jenazah Liza Pratiwi akhirnya ditemukan oleh tim pencari pada Selasa (7/4) petang. Lokasi penemuan korban berada sekitar 200 meter dari titik awal kejadian setelah dilakukan pencarian selama dua hari.