Pemerintah Kabupaten Brebes resmi meluncurkan Gerakan Sadesa Juleha atau Satu Desa Satu Juru Sembelih Halal di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Brebes pada Senin (18/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperluas keberadaan juru sembelih halal bersertifikat di tingkat desa.
Acara yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Kurban tersebut digelar bersamaan dengan pembukaan Sertifikasi Kompetensi Juleha Wilayah Kerja Bank Indonesia (BI) Tegal. Dilansir dari Media Indonesia, program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem halal di wilayah Pantura bagian barat Jawa Tengah.
Sebanyak 44 peserta dari berbagai daerah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Indramayu, hingga Cirebon mengikuti pelatihan selama tiga hari. Agenda kegiatan terdiri atas dua hari pemberian materi dan satu hari praktik penyembelihan langsung di RPH Jatibarang serta RPH Ketanggungan.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tonggak penting dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang halal. Pemerintah daerah berkomitmen penuh agar setiap desa memiliki tenaga ahli yang kompeten.
"Brebes mengambil langkah awal sebagai pelopor gerakan satu desa satu juleha yang mengikuti sertifikasi kompetensi. Langkah ini merupakan bentuk komitmen agar setiap desa memiliki juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi," ujar Paramitha.
Pemerintah Kabupaten Brebes juga memberikan apresiasi kepada DPD Juleha Kabupaten Brebes atas peran aktifnya melakukan edukasi ke berbagai elemen masyarakat. Kegiatan syiar tersebut sekaligus mendukung target nasional pemberlakuan penuh sertifikasi halal pada Oktober 2026.
"Juleha Brebes telah melahirkan lebih dari seribu tenaga juru sembelih halal melalui berbagai pelatihan. Puluhan di antaranya bahkan telah tersertifikasi nasional dan memiliki peluang kerja hingga luar negeri," terang Paramitha.
Pemerintah daerah juga memastikan perlindungan ketenagakerjaan bagi para petugas penjamin kehalalan daging tersebut. Fasilitas ini diberikan untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan para pekerja selama bertugas di lapangan.
"Ia menyebut Juleha di Brebes juga sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga dalam bekerja sudah terjamin. Ini menunjukkan bahwa Brebes mampu menjadi mercusuar juleha di Indonesia," ujar Paramitha.
Pihak manajemen pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke wilayah yang belum maksimal. Upaya pemerataan kompetensi terus digenjot agar seluruh desa dapat terfasilitasi dengan baik.
"Meski demikian, kami masih mendorong peningkatan partisipasi di sejumlah wilayah. Melalui Gerakan Sadesa Juleha, pemerataan kompetensi bisamenjangkau seluruh desa disertai perlindungan dan jaminan kerja bagi para Juleha," jelas Paramitha.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Tegal Bimala menjelaskan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah memegang peranan krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia kini berada di peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2025.
Bank Indonesia terus berupaya memperkuat ekosistem rantai nilai halal melalui program sertifikasi guna mengatasi tantangan literasi serta pembiayaan syariah yang ada saat ini. Pelatihan ini menjadi instrumen penting untuk mencapai standar kompetensi baku.
"Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tata cara penyembelihan halal sesuai syariat Islam dan standar kompetensi yang berlaku," terang Bimala.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi syariah secara berkelanjutan dari tingkat daerah hingga nasional. Program sinergi ini diarahkan untuk menjamin kualitas konsumsi masyarakat secara luas.
"Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal serta mendukung kesejahteraan masyarakat," pungkas Bimala.