Otoritas keamanan Arab Saudi mulai memperketat pengawasan terhadap jamaah haji di sejumlah titik strategis Kota Makkah melalui pemeriksaan dokumen secara acak sejak Kamis (23/4/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran ibadah serta memverifikasi legalitas jamaah yang memasuki kawasan suci.
Dilansir dari Cahaya, penyisiran petugas keamanan terkonsentrasi di jalur utama menuju Masjidil Haram, termasuk area terminal Jabal KaÔÇÖbah dan akses pejalan kaki. Jamaah yang melintas diwajibkan menunjukkan dokumen resmi berupa visa haji dan Kartu Nusuk sebagai bukti kepesertaan prosedural.
Kebijakan ini bertujuan untuk membedakan antara jamaah resmi dengan mereka yang tidak mengikuti prosedur administrasi yang ditetapkan pemerintah setempat. Jamaah haji Indonesia pun diimbau untuk selalu membawa identitas tersebut setiap kali keluar dari hotel penginapan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, memberikan penekanan khusus terkait kedisiplinan jamaah dalam menyimpan dan membawa dokumen administrasi selama berada di Tanah Suci. Penegasan ini bertujuan agar mobilitas jamaah tidak terhambat oleh proses verifikasi lapangan.
ÔÇ£Kartu Nusuk harus selalu dibawa, terutama saat beraktivitas di luar hotel atau saat menuju tempat ibadah. Itu menjadi syarat utama akses,ÔÇØ tegas Ihsan Faisal, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Pengawasan yang meningkat mengharuskan jamaah untuk lebih waspada dan tidak meninggalkan kartu identitas di dalam kamar hotel. Kartu Nusuk kini memegang peranan krusial sebagai instrumen utama dalam mendukung layanan dan pergerakan jamaah di Makkah.
Selain sebagai tanda pengenal, kartu tersebut memuat data terintegrasi seperti nama, foto, tanggal lahir, hingga detail lokasi penginapan. Distribusi dokumen ini telah dilakukan sejak jamaah berada di embarkasi Indonesia guna memastikan kesiapan administratif sebelum keberangkatan.
ÔÇ£Komitmennya, sebelum berangkat jamaah sudah memegang Kartu Nusuk yang aktif. Jadi tidak ada lagi kendala saat di lapangan,ÔÇØ ujar Ihsan Faisal, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Penerapan sistem digital melalui Kartu Nusuk ini diharapkan mampu meminimalisir kendala teknis bagi jamaah Indonesia saat berinteraksi dengan petugas di lapangan. Pemakaian kartu yang sudah diaktifkan sejak di tanah air menjadi penentu utama kelancaran akses layanan dan mobilitas di sekitar Masjidil Haram.