PPIH Arab Saudi Berangkatkan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah

PPIH Arab Saudi Berangkatkan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah
Foto: Ilustrasi PPIH Arab Saudi Berangkatkan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah.

Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari pemondokan di Mekah menuju Arafah untuk bersiap melaksanakan ibadah wukuf pada Selasa, 26 Mei 2026. Proses pendorongan jemaah tersebut dibagi ke dalam tiga gelombang keberangkatan yang dimulai sejak Senin, 25 Mei 2026 pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Pengaturan jadwal ini diterapkan guna menjamin kelancaran arus pergerakan transportasi maktab, seperti dilansir dari Media Indonesia. Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sendiri secara praktis sudah dimulai sejak 8 Dzulhijjah.

Pembagian waktu keberangkatan dirancang agar seluruh jemaah haji Indonesia sudah memasuki kawasan Arafah pada Senin malam. Puncak ibadah wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah, terhitung mulai dari waktu matahari tergelincir hingga terbenam.

Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa gelombang pertama pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah dijadwalkan pada pukul 07.00 hingga 11.00 WAS. Jemaah pun diminta untuk tertib mengikuti pembagian waktu tersebut.

"Gelombang pertama diberangkatkan dari hotel menuju Arafah pada pukul 07.00 hingga 11.00 WAS. Jemaah diimbau mematuhi jadwal yang telah ditentukan guna menghindari penumpukan di lobi hotel," kata Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026.

Setelah gelombang pertama selesai, PPIH Arab Saudi melanjutkan pergerakan gelombang kedua pada pukul 11.30 hingga 16.00 WAS. Adapun pemberangkatan untuk gelombang ketiga dilaksanakan mulai pukul 16.30 hingga 21.00 WAS.

Seusai melewati prosesi wukuf di Arafah, skema pergerakan jemaah haji akan dipisah menjadi jalur murur dan non-murur. Jemaah murur hanya melintasi Muzdalifah di dalam bus untuk mabit, sedangkan jemaah non-murur akan turun dan bermalam di Muzdalifah sebelum dipindahkan ke Mina selepas tengah malam.

Skenario pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina juga dibagi menjadi dua pilihan. Sekitar 20 ribu jemaah yang masuk program tanazul akan langsung dipulangkan ke hotel pemondokan, sementara jemaah non-murur reguler tetap bermalam di tenda Mina hingga 13 Dzulhijjah.

Seluruh jemaah haji dijadwalkan melontar jumrah aqabah di Mina pada 10 Dzulhijjah, yang kemudian dilanjutkan dengan jumrah ula, wustha, dan aqabah pada hari tasyrik. Jemaah nafar awal akan menyelesaikan mabit pada 12 Dzulhijjah, sedangkan jemaah nafar tsani bertahan di Mina hingga 13 Dzulhijjah.

Artikel terkait

Rekomendasi