Fokus utama pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2014 mewujud dalam deretan beton yang membentang di cakrawala. Di bawah payung Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan infrastruktur bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan upaya nyata merealisasikan konektivitas yang selama ini terfragmentasi. Melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022, pemerintah memayungi 210 proyek dan 12 program dengan estimasi nilai investasi fantastis mencapai Rp 5.746,4 triliun.
Menyambung Nadi di Jalur Darat
Hingga pertengahan 2023, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mencatat 158 PSN telah rampung dengan nilai investasi sekitar Rp 1.102,6 triliun. Sebagian besar dari capaian ini menjadi tumpuan bagi jutaan warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk melepaskan diri dari jeratan kemacetan. Tercatat ada 15 proyek jalan tol dan enam proyek transportasi berbasis rel yang menjadi tulang punggung mobilitas kawasan ini.
Salah satu yang paling dirasakan dampaknya adalah Tol Ciawi - Sukabumi. Setelah seksi pertama beroperasi akhir 2018, kini seksi 2 yang menghubungkan Cigombong hingga Cibadak telah menjadi kenyataan, memangkas waktu tempuh secara drastis.
"Ini akan mempercepat mobilitas orang, mempercepat mobilitas barang," ujar Jokowi, Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut merujuk pada efisiensi waktu perjalanan Jakarta-Sukabumi yang menyusut dari lima jam menjadi hanya 2,5 jam. Keberadaan tol ini melengkapi jejaring lain seperti Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran yang mempermudah akses ke Bandara Soekarno-Hatta, serta Tol Serpong - Cinere yang menjadi bagian krusial dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.
Pembangunan di sisi timur dan selatan juga terus dipacu. Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) kini hampir rampung sepenuhnya, menyambungkan titik-titik krusial dari Jagorawi hingga ke Cinere. Sementara itu, Tol Cimanggis - Cibitung dan Tol Cibitung - Cilincing diproyeksikan menjadi jalur utama logistik yang menghubungkan kawasan industri di Bekasi dan Karawang langsung menuju pelabuhan di Jakarta Utara.
Era Baru Transportasi Berbasis Rel
Transformasi tidak hanya terjadi di jalan aspal. Langit Jabodetabek kini dihiasi oleh lintasan rel layang yang membawa moda transportasi modern. Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi ikon baru dengan kecepatan yang memungkinkan jarak Halim ke Karawang ditempuh hanya dalam hitungan belas menit.
"Pada tahun pertama, bisa saja dimulai dengan tarif Rp 250.000. Nanti, perlahan, ketika masyarakat sudah banyak yang mnggunakan, baru dinaikkan," jelas Budi Karya, Menteri Perhubungan.
Langkah ini diambil untuk membiasakan masyarakat beralih ke transportasi publik. Selain kereta cepat, kehadiran LRT Jabodebek yang diresmikan di Stasiun Cawang pada Agustus 2023 menjadi babak baru bagi komuter dari kota-kota satelit. Dengan anggaran Rp 32,6 triliun, jalur sepanjang 41,2 kilometer ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di jalur-jalur utama menuju ibu kota.
Di dalam kota sendiri, LRT Jakarta terus berupaya meningkatkan okupansi. Dari rata-rata 1.800 penumpang per hari di tahun 2022, angka ini diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan rencana perpanjangan rute Velodrome menuju Manggarai yang ditargetkan beroperasi pada 2026.
Menembus Perut Bumi dan Melintas Provinsi
Keberhasilan MRT Jakarta Fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Dukuh Atas telah memberikan standar baru kenyamanan transportasi publik. Dengan hampir 20 juta penumpang yang terlayani pada tahun 2022, proyek ini kini tengah merambah ke utara melalui Fase 2A dan 2B menuju kawasan Kota hingga Ancol Barat.
Rencana ambisius pemerintah tidak berhenti di situ. MRT East West Line sepanjang 84,1 kilometer akan segera dibangun untuk menghubungkan Cikarang di Jawa Barat hingga Balaraja di Banten. Proyek lintas provinsi ini dirancang untuk melayani hingga 1,2 juta orang per hari, menciptakan integrasi transportasi yang menyeluruh di seluruh wilayah megapolitan.
| Moda Transportasi | Capaian/Target | Status Operasional |
|---|---|---|
| Tol Ciawi - Sukabumi | Seksi 2 Cigombong - Cibadak | Beroperasi 2023 |
| Kereta Cepat Jkt-Bdg | Kecepatan 350 km/jam | Beroperasi 2023 |
| LRT Jabodebek | Panjang 41,2 Km | Beroperasi 2023 |
| MRT Jakarta Fase 2A | Bundaran HI - Monas | Target 2027 |
| MRT East West Line | Cikarang - Balaraja | Konstruksi 2024 |