Keterbatasan kapasitas jalur dinilai menjadi pemicu tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Proyek Double Double Track (DDT) kini didorong sebagai solusi permanen guna memisahkan jalur kereta jarak jauh dan kereta komuter, dilansir dari Detik Travel.
Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia, Riza Primadi, menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan efek domino dari kejadian di lintasan lain. Sebelum tabrakan terjadi, sebuah taksi dilaporkan tertemper KRL yang kemudian memicu gangguan perjalanan pada jadwal kereta lainnya.
"Untuk serudukan antara kereta api jarak jauh (KAJJ) vs KRL saya 100 persen yakin tidak akan terjadi, kan jalurnya beda kok. Nggak bakal sejalur," kata Riza dikutip dari Antara, Minggu (3/5).
Pemisahan jalur dianggap krusial karena adanya perbedaan karakteristik operasional antara kedua jenis layanan tersebut. KRL memiliki frekuensi pemberhentian yang tinggi di setiap stasiun, sementara kereta api jarak jauh melaju dengan kecepatan tinggi dan pemberhentian yang sangat terbatas.
"Nggak akan ada ceritanya di belakang KRL ada KAJJ mengekor atau sebaliknya," ujar dia.
Riza menambahkan bahwa risiko kecelakaan meningkat secara signifikan saat kedua jenis kereta tersebut harus berbagi jalur yang sama di lintas padat. Kondisi ini membuat kereta jarak jauh berpotensi mengejar posisi KRL yang berada tepat di depannya.
"I mendorong percepatan penyelesaian proyek DDT sebagai solusi permanen untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah padat seperti Bekasi dan sekitarnya," kata dia.
Pembangunan DDT Manggarai-Cikarang sebenarnya telah direncanakan sejak awal untuk mengurai kepadatan, namun pengerjaannya belum tuntas sepenuhnya. Pengamat transportasi, Ki Darmaningtyas, turut memberikan pandangan mengenai urgensi infrastruktur pendukung keselamatan perjalanan kereta api tersebut.
"Kalau soal urgensinya ya tentu urgen, masing-masing itu harus punya jalur," kata Darmaningtyas.
Langkah jangka panjang untuk meningkatkan keandalan perjalanan sangat bergantung pada keberadaan jalur terpisah yang memadai. Darmaningtyas menekankan bahwa penyelesaian proyek strategis ini akan meminimalisir potensi gangguan di masa depan.
"Diharapkan kalau proyek double-double track itu selesai tidak ada gangguan lagi," dia menegaskan.