Pembalap MotoGP Desak Perubahan Titik Start Sirkuit Catalunya

Pembalap MotoGP Desak Perubahan Titik Start Sirkuit Catalunya
Foto: Ilustrasi Pembalap MotoGP Desak Perubahan Titik Start Sirkuit Catalunya.

Para pebalap MotoGP mendesak adanya perubahan titik start di Sirkuit Catalunya guna menghindari kecelakaan fatal. Langkah ini mengemuka setelah insiden beruntun yang melibatkan sejumlah motor pada balapan hari Minggu, termasuk Johann Zarco yang memerlukan perawatan medis.

Zona pengereman di Sirkuit Barcelona kerap menjadi lokasi kecelakaan besar dalam beberapa tahun terakhir, seperti dikutip dari Detik Oto. Pada tahun 2023, Takaaki Nakagami terlibat dalam insiden di area tersebut, sementara Enea Bastianini menjadi korban pada tahun berikutnya.

Kecelakaan kembali berulang di tikungan 1 Sirkuit Barcelona pada akhir pekan kemarin. Johann Zarco terjebak saat start ulang setelah bendera merah pertama, lalu bertabrakan dengan Pecco Bagnaia dan Luca Marini. Pebalap LCR Honda tersebut kemudian tersangkut di roda belakang Ducati milik Bagnaia hingga mengalami cedera kaki.

Gagasan memindahkan garis start agar lebih dekat dengan Tikungan 1 sebenarnya sudah pernah disarankan oleh pebalap seperti Jack Miller pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuan dari usulan tersebut adalah untuk menekan tingkat kecepatan motor sebelum memasuki area pengereman.

Meski usulan tersebut belum direalisasikan, sejumlah pebalap kini menyatakan kesepakatannya setelah melihat kecelakaan pada akhir pekan kemarin. Jarak start yang terlalu jauh membuat motor mencapai kecepatan yang sangat tinggi saat menuju tikungan pertama.

"Start dari jarak yang sangat jauh dari tikungan pertama, kami sampai di sana dengan kecepatan tinggi, tetapi bukan kecepatan yang biasa kami capai (pada lap normal)," kata Fabio di Giannantonio.

"Jadi kami tidak benar-benar tahu titik pengereman yang sempurna untuk tikungan pertama. Jadi kesalahan kecil bisa menjadi kesalahan besar dan menyebabkan bencana besar," katanya.

Fabio di Giannantonio meyakini bahwa para pebalap akan menyetujui rencana pemindahan titik start ini karena faktor keselamatan.

"Hal yang sempurna, saya pikir setiap pembalap akan setuju dengan ini, adalah start sedekat mungkin dengan tikungan pertama. Kemudian kita bisa langsung masuk dan melewatinya," katanya.

Masalah Aerodinamis dan Turbulensi

Kondisi lintasan yang memaksa pebalap memacu motor sekencang mungkin dari jarak jauh memicu persoalan lain. Kehilangan gaya tekan ke bawah saat pengereman akibat turbulensi menjadi risiko yang harus dihadapi di tengah kerumunan motor.

"Tenu saja, sampai di sana dengan gigi kelima dengan kecepatan tinggi, dengan banyak pergerakan aerodinamis, banyak turbulensi, itu juga merupakan masalah besar saat ini. Ketika Anda berada di antara motor, motornya benar-benar berbeda dibandingkan ketika Anda hanya berada di belakang satu motor," ujar Fabio di Giannantonio.

"Jadi, semua hal itu hanya Anda alami dua kali dalam satu akhir pekan, balapan Sprint dan Grand Prix. Dan sangat, sangat sulit untuk bersikap tepat dan mengendalikannya."

Dukungan terhadap pandangan tersebut juga datang dari Joan Mir yang menilai area pengereman menuju tikungan pertama di Sirkuit Catalunya tergolong sangat panjang.

"Ada 20 motor yang berhenti di sana dari kecepatan 300 km/jam," kata Joan Mir.

"Tentu saja, ruang untuk kesalahan sangat sempit. Dan saya pikir, ya, mungkin solusi yang baik adalah menggeser grid sedikit ke depan, untuk mencapai tikungan pertama dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah," sambungnya.

"Saya yakin kita akan membicarakannya. Kita akan mencoba mencari keselamatan semua orang. Tetapi pada akhirnya, ini adalah risiko di trek ini. Jadi semoga kita bisa menyelesaikan ini untuk masa depan."

Artikel terkait

Rekomendasi