Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di East Asia Super League

Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di East Asia Super League
Foto: Ilustrasi Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di East Asia Super League.

Klub basket Pelita Jaya berpotensi berkompetisi di East Asia Super League (EASL) setelah mendapat kunjungan langsung dari manajemen liga elite Asia tersebut di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).

Dilansir dari Detik Sport, General Manager EASL Adam Zecha meninjau langsung fasilitas markas Pelita Jaya di PJ Arena, Kuningan, bersama Manajer Tim Pelita Jaya Adhi Pratama. Inspeksi tersebut meliputi kesiapan arena pertandingan, akomodasi hotel, hingga akses transportasi umum di sekitar lokasi, di tengah persiapan skuad Pelita Jaya menghadapi babak final four Indonesian Basketball League (IBL) yang bergulir mulai 23 Mei.

Pihak EASL memberikan penilaian positif terhadap infrastruktur yang dimiliki oleh klub asal Jakarta tersebut setelah melihat kondisi di lapangan.

"Saya berada di sini karena Indonesia adalah pasar besar. Indonesia memiliki musim bola basket yang indah. Dan kami memiliki hubungan dengan IBL. Hari ini saya mendapat kesempatan datang bertemu tim Pelita Jaya dan melihat markas mereka, bagaimana fasilitas tim dan berbicara tentang EASL," kata Adam Zecha, General Manager EASL.

Zecha menegaskan bahwa letak geografis venue yang strategis menjadi nilai tambah yang sangat mendukung untuk penyelenggaraan ajang bertaraf internasional.

"Fasilitas Pelita Jaya sangat baik. Lokasi venue dikelilingi banyak transportasi umum, sehingga akan memudahkan penonton yang datang, juga dekat dengan hotel." ujar Adam Zecha, General Manager EASL.

Pengembangan jangkauan kompetisi ke wilayah ASEAN saat ini menjadi prioritas utama dari organisasi EASL untuk musim-musim mendatang.

"Sekarang, kami fokus ke Asia Tenggara. Semoga suatu hari nanti, kita bisa bekerja bersama," ujar Adam Zecha, General Manager EASL.

Merespons hal tersebut, manajemen Pelita Jaya menyambut baik peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi demi perkembangan performa tim.

"Sampai saat ini belum ada kepastian (apakah PJ main di EASL). Mereka masih lihat venue dan lain-lain. Tapi kalau kami main EASL tentu dapat meningkatkan jam terbang para pemain, terutama yang muda, dengan level yang lebih tinggi," kata Adhi Pratama, Manajer Tim Pelita Jaya.

Adhi menambahkan bahwa penambahan kuantitas pertandingan melawan tim luar negeri sangat dibutuhkan oleh para penggawa lokal saat ini.

"Kami lihat tim-tim EASL bagus-bagus. Pemain kami butuh pertandingan yang lebih banyak jadi bagus bila bisa ikutan untuk menambah jam terbang pemain," tambah Adhi Pratama, Manajer Tim Pelita Jaya.

Keinginan untuk berkompetisi di ajang regional ini juga didukung penuh oleh jajaran pemain yang merasa tertantang menghadapi klub-klub papan atas Asia.

"Bagi kami bagus banget secara pengalaman dan level yang notabene mereka semua bisa dibilang di atas kita semua." kata Agassi Goantara, Pebasket Pelita Jaya.

Partisipasi di turnamen internasional ini dipandang sebagai sebuah prestasi tersendiri bagi perkembangan karier para atlet bola basket nasional.

"Jadi jika bisa ikut EASL tentu menjadi suatu pencapaian lebih," kata Agassi Goantara, Pebasket Pelita Jaya.

EASL sendiri telah bergulir selama tiga musim dengan total 12 tim peserta yang berasal dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia, Hong Kong, dan Macau. Pada musim 2025/2026, klub asal Jepang Utsunomiya Brex keluar sebagai juara setelah mengalahkan Taoyuan Pauian Pilots dengan skor 90-81 di babak final.

Artikel terkait

Rekomendasi