Pelindo Jamin Akses Nelayan Cilincing Tetap Aman Selama Proyek NPEA

Pelindo Jamin Akses Nelayan Cilincing Tetap Aman Selama Proyek NPEA
Foto: Ilustrasi Pelindo Jamin Akses Nelayan Cilincing Tetap Aman Selama Proyek NPEA.

Pengelola proyek New Priok Eastern Access (NPEA) memberikan jaminan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, tetap memprioritaskan keselamatan dan akses bagi nelayan lokal pada Kamis (16/4/2026). Langkah ini diambil guna merespons keresahan masyarakat pesisir terkait dampak konstruksi terhadap aktivitas melaut.

Kepastian tersebut menyusul adanya aksi protes yang dilakukan oleh kelompok nelayan di Muara Cakung Drain sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Pihak pengelola menekankan bahwa seluruh prosedur pengerjaan di lapangan telah melalui kajian teknis yang mendalam untuk meminimalisir gangguan di perairan.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, memberikan penegasan bahwa setiap tahapan proyek dijalankan dengan mematuhi regulasi yang berlaku. Ia menitikberatkan pada aspek keberlanjutan lingkungan di sekitar lokasi pengerjaan.

"Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran alur pelayaran, dan keberlanjutan lingkungan," kata Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo.

Terkait demonstrasi yang dilakukan warga, Ali menyatakan bahwa pihaknya tetap menaruh rasa hormat terhadap aspirasi yang berkembang. Manajemen berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan para pemangku kepentingan.

"Pelindo menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk para nelayan di wilayah Cilincing," ujar Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menjaga kelancaran proyek sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat terdampak. Pihak Pelindo menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan pertemuan langsung dengan perwakilan nelayan.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk nelayan," tutur Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo.

Dari sisi teknis lapangan, Project Manager NPEA Seksi 2 PT PP, Ikhsan Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perencanaan proyek telah mencakup kenyamanan bagi pengguna perairan. Hal ini mencakup ketersediaan ruang gerak bagi kapal-kapal yang melintas.

"Memang dalam pelaksanaannya tentunya kan di perencanaan kami juga selalu mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, termasuk di dalamnya alur keluar masuk bagi teman-teman yang memanfaatkan perairan, terutama di sisi nelayan," ungkap Ikhsan Budi Prasetyo, Project Manager NPEA Seksi 2 PT PP.

Secara mendetail, proyek ini telah menyiapkan dua jalur pelayaran utama yang memiliki lebar 60 meter dan tinggi 18 meter. Jarak antar tiang pancang pun bervariasi antara 4 hingga 40 meter untuk menyesuaikan dimensi perahu nelayan. Ikhsan juga menekankan penggunaan penanda visual guna menghindari insiden teknis di area konstruksi.

"Tentunya pada saat pelaksanaan khawatirnya mungkin agak kena baling-baling mereka atau seperti apa ya alat-alat konstruksi kami di lapangan pun kami harus pastikan aman dan harus kami berikan penanda yang cukup supaya tidak terkena oleh baling-baling kapal dari nelayan," tambah Ikhsan Budi Prasetyo, Project Manager NPEA Seksi 2 PT PP.

Sebelumnya, puluhan nelayan menggelar parade kapal di area proyek pada Selasa (14/4/2026) sore sebagai bentuk protes terhadap pembangunan NPEA dan reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda. Dalam aksi tersebut, para nelayan sempat membentangkan poster di sekitar tiang pancang sambil menyuarakan tuntutan perlindungan terhadap masa depan masyarakat pesisir.

"Ayo-ayo jalan, demi masa depan Cilincing," teriak para nelayan dari atas kapal kepada warga di tanggul.

Setelah melakukan aksi di sekitar platform pemasangan tiang pancang, para nelayan membentangkan atribut berisi pesan perlawanan terhadap penggusuran ruang hidup. Aksi ditutup dengan lagu kebangsaan sebelum massa kembali ke dermaga.

"Masyarakat Pesisir Tak Akan Terusir," tulis spanduk yang dibawa para nelayan di lokasi aksi.

Artikel terkait

Rekomendasi