Pelemahan Rupiah Menekan Daya Beli Pasar Properti Nasional

Pelemahan Rupiah Menekan Daya Beli Pasar Properti Nasional
Foto: Ilustrasi Pelemahan Rupiah Menekan Daya Beli Pasar Properti Nasional.

Penurunan daya beli masyarakat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memicu kemerosotan target penjualan pada pasar properti nasional, seperti dilansir dari Kontan pada Minggu (17/5/2026).

Kondisi ekonomi yang melambat tersebut mengakibatkan perolehan marketing sales para pengembang anjlok cukup dalam pada kuartal I-2026. Dampak penurunan ini dirasakan secara signifikan terutama pada sektor properti sewa dan komersial.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Raymond Ardan Arfandy menjelaskan bahwa situasi saat ini lebih menekan sisi belanja masyarakat dibandingkan beban utang pihak pengembang.

"Penurunan daya beli membuat penjualan kuartal pertama ini anjlok cukup dalam, juga untuk property sewa baik office maupun apartemen juga cukup sulit. Ujungnya memang ekonomi yang menurun membuat semua sulit," ujar Raymond Ardan Arfandy, Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI).

Di sisi lain, sektor hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilai masih memiliki prospek cerah karena ditopang oleh tingginya angka backlog perumahan serta target program pembangunan tiga juta rumah per tahun.

"Market untuk MBR tetap menjanjikan, asal supply KPR pubsidi pemerintah lancar," kata Raymond Ardan Arfandy, Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI).

Sektor rusunami juga berpotensi berkembang lewat dukungan subsidi bunga KPR sebesar 6 persen, tenor hingga 40 tahun, serta perluasan akses bagi pekerja informal. Namun, lonjakan harga BBM saat ini ikut menambah beban biaya distribusi material bangunan di saat pengembang kesulitan menaikkan harga jual.

Meskipun demikian, struktur utang pengembang domestik relatif aman karena mayoritas perusahaan terbuka yang memiliki pinjaman dolar AS telah menerapkan strategi lindung nilai.

"Karena dengan pengawasan ketat OJK dan sudah mewajibkan developer tersebut melakukan hedging dana pinjaman dolar AS, sehingga secara umum kondisi properti kita relatif aman dari pelemahan rupiah yang sudah sangat mengkhawatirkan," kata Raymond Ardan Arfandy, Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI).

Artikel terkait

Rekomendasi