Irwan Arya Laporkan Rismon Sianipar Atas Dugaan Penipuan Buku

Irwan Arya Laporkan Rismon Sianipar Atas Dugaan Penipuan Buku
Foto: Ilustrasi Irwan Arya Laporkan Rismon Sianipar Atas Dugaan Penipuan Buku.

Pakar forensik digital Rismon Sianipar dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya, atas dugaan penipuan dan penggelapan terkait penjualan buku berjudul ÔÇ£Gibran End GameÔÇØ. Pelaporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2952/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada Jumat, 24 April 2026.

Dilansir dari Megapolitan, tindakan hukum ini dipicu oleh perubahan pernyataan Rismon mengenai keaslian isi penelitian dalam bukunya setelah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Irwan merasa dirugikan karena telah membeli puluhan eksemplar buku tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat.

Persoalan bermula saat Irwan bertemu langsung dengan Rismon dalam acara Car Free Day di SudirmanÔÇôThamrin pada Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Irwan menyatakan ketertarikannya untuk memborong buku yang diklaim berisi hasil riset mengenai ijazah Gibran Rakabuming Raka.

"Saya punya antusiasme akan membeli banyak buku tersebut. Ternyata yang dibawa sangat terbatas, kurang lebih, 100 sehingga saya coba membelinya 60 eksemplar, and 200 lebihnya saya tangguhkan dulu" jelas Irwan, Mantan Ketua DPRD Morowali.

Irwan merogoh kocek sebesar Rp 6 juta untuk membawa pulang 60 buku tersebut yang kemudian ia bagikan kepada pengunjung Car Free Day. Namun, ia memutuskan membatalkan pesanan tambahan sebanyak 200 eksemplar setelah mendengar pengakuan terbaru dari Rismon pasca-pertemuan di Istana Wakil Presiden pada 12 Maret 2026.

"Dia tidak mengakui isinya bahwa itu benar lagi. Itu bentuk kekecewaan saya. Padahal Pak Rismon itu dia tidak sadar seluruh rakyat Indonesia itu membeli bukunya karena menggemari apa yang telah dia lakukan sebagai ahli" tutur Irwan, Mantan Ketua DPRD Morowali.

Perubahan sikap Rismon yang menyebut adanya kekeliruan dalam risetnya dinilai Irwan sebagai bentuk manipulasi terhadap publik yang telah mempercayai kredibilitasnya sebagai ahli. Meski Rismon berencana menerbitkan buku baru sebagai langkah klarifikasi, Irwan menganggap upaya tersebut tidak memadai.

"Kalau menurut saya itu hanya menepis saja isu yang hangat hari ini untuk mungkin mengurangi sorotan publik dan mungkin mencari pembenaran untuk dirinya sendiri" kata Irwan, Mantan Ketua DPRD Morowali.

Dalam laporan resminya, Irwan menyertakan sejumlah barang bukti berupa buku fisik ÔÇ£Gibran End GameÔÇØ, tangkapan layar transaksi pembelian, serta dokumentasi video saat pertemuan di Jakarta. Pelapor mendesak kepolisian untuk memproses kasus ini guna menguji kebenaran isi buku serta dugaan praktik kecurangan yang dilakukan terlapor.

Artikel terkait

Rekomendasi