Seorang pegawai Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengalami luka serius pada bagian wajah setelah dikeroyok oleh sejumlah warga di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026) malam. Insiden kekerasan ini dipicu oleh kesalahpahaman saat korban menegur seorang pengunjung di area terminal tersebut.
Kondisi fisik korban dilaporkan mengalami cedera yang cukup parah pada area mata dan mulut akibat hantaman benda tumpul atau pukulan. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak pengelola terminal yang berada di lokasi kejadian saat proses evakuasi berlangsung.
"Luka terparah itu di mata, pelipis mata sebelah kanan, sama bibir sebelah kanan," ucap Petugas Pengelolaan Terminal Terpadu Depok Baru, Bergas Fajar, saat dihubungi dilansir dari Megapolitan, Minggu (26/4/2026).
Pengeroyokan bermula ketika korban menegur seorang ibu yang sedang memarahi anaknya, namun teguran tersebut direspons dengan nada tinggi hingga memicu perdebatan. Suami dari ibu tersebut kemudian melakukan pemukulan terhadap korban setelah melihat istrinya terlibat adu mulut.
Situasi di lokasi semakin tidak terkendali karena adanya dugaan provokasi yang memancing emosi para pengunjung terminal lainnya. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara kemudian ikut melakukan serangan fisik kepada korban secara bersama-sama.
"Ibu itu memberikan provokasi ke orang-orang di sekitar situ. Katanya si korban ini dibilang memukul duluan katanya," jelas Bergas.
Aksi anarkis warga dilaporkan semakin brutal setelah korban memberikan pengakuan bahwa dirinya adalah seorang anggota. Masyarakat setempat menilai pengakuan tersebut sebagai informasi bohong atau mengada-ada sehingga pengeroyokan terus berlanjut hingga petugas terminal turun tangan.
Pihak keamanan terminal segera melakukan upaya pemisahan dan membawa korban ke tempat aman guna menghindari amukan massa yang lebih luas. Bergas selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok untuk memberikan penanganan medis awal kepada pegawai Kemenhan tersebut.
Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Brimob guna menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh serta proses visum untuk keperluan penyidikan. Di sisi lain, para pelaku pengeroyokan saat ini telah diamankan dan diserahkan kepada pihak Polres Metro Depok.
Kepolisian melalui Humas Polres Metro Depok, Iptu Made, telah menerima laporan mengenai peristiwa ini namun belum memaparkan identitas para tersangka. Keterangan lebih terperinci mengenai perkembangan kasus dan motif para pelaku rencananya akan dirilis oleh pihak berwenang pada Senin esok.