PT Pegadaian tengah bersiap memperluas ekosistem gold bullion melalui layanan penyerahan atau setor emas fisik dari masyarakat. Langkah strategis ini bertujuan menghimpun emas yang selama ini masih disimpan secara mandiri oleh masyarakat untuk dikonversi menjadi saldo tabungan emas.
Seperti diberitakan oleh Investortrust, uji coba terhadap layanan penghimpunan emas fisik ini telah sukses dilaksanakan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
AVP Pengembangan Produk Investasi & Pembiayaan Bullion PT Pegadaian, Muhammad Abraham, memberikan penjelasan mengenai keberhasilan tahapan uji coba tersebut dalam acara Investortrust Power Talk Financial Series bertajuk ÔÇ£Penguatan Ekosistem Bullion Bank di Indonesia" di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
"Oke. Kalau untuk pengumpulan emas fisik, kalau di Pegadaian saat ini udah bisa, Pak. Jadi kita sedang uji coba itu, udah berhasil uji cobanya. Saat ini baru di Jabodetabek. Jadi masyarakat itu bawa emas fisiknya dalam bentuk logam mulia, untuk sementara ini logam mulia yang disetorkan ke kantor Pegadaian, nantinya kita konversi jadi saldo tabungan emas," ujar Muhammad Abraham.
Emas fisik yang dibawa oleh masyarakat tersebut nantinya akan disimpan dengan aman di dalam fasilitas penyimpanan atau vault milik Pegadaian. Sebagai gantinya, nasabah akan menerima pencatatan dalam bentuk saldo tabungan emas.
"Jadi itu tadi konversi dari emas fisik menjadi emas yang bukan digital ya, dalam-dalam artian emasnya kita simpan di vault kita, dia dalam nasabah mendapatkan dalam bentuk saldo tabungan emasnya," kata Muhammad Abraham.
Melihat keberhasilan uji coba di wilayah Jabodetabek, Pegadaian berencana membawa program ini ke tingkat nasional dalam waktu dekat. Tidak terbatas pada logam mulia, ke depannya masyarakat juga dapat menyetorkan emas dalam bentuk perhiasan.
"Nah, ini untuk pengembangannya di bulan Juni atau bulan Juli ini nanti akan kita kembangkan lagi ini ke seluruh Indonesia untuk setor emas fisik ini. Dan juga nanti tidak terbatas hanya di logam mulia saja, jadi kita uji coba juga untuk setor emas perhiasan. Jadi perhiasan masyarakat itu nanti disetorkan ke Pegadaian, kita konversi sejumlah saldo emas tabungan emasnya dalam bentuk emas 24 karat, kita konversi dalam saldo. Jadi ke depannya yang sedang kita kembangkan itu," tutur Muhammad Abraham.
Proses roll out secara nasional untuk setoran berupa logam mulia dijadwalkan berjalan pada bulan Juni atau Juli tahun ini. Sementara itu, untuk setoran berbasis emas perhiasan saat ini sedang memasuki fase uji coba intensif.
"Kalau yang untuk setor emas logam mulia itu akan roll out seluruh nasional dalam bulan ini, Juni atau Juli. Sedangkan untuk setor fisik perhiasan itu sedang kita uji cobakan. Segera. Jadi untuk ke depannya kita bisa meng- benar-benar menghimpun apa namanya, emas dari masyarakat baik itu dari bentuk logam mulia ataupun dari perhiasan," kata Muhammad Abraham.