Pegadaian Bentuk Asosiasi Bullion Indonesia untuk Perkuat Ekosistem Emas

Pegadaian Bentuk Asosiasi Bullion Indonesia untuk Perkuat Ekosistem Emas
Foto: Ilustrasi Pegadaian Bentuk Asosiasi Bullion Indonesia untuk Perkuat Ekosistem Emas.

PT Pegadaian memimpin inisiatif pembentukan asosiasi bullion Indonesia yang dijadwalkan meluncur pada Juni 2026 untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Langkah strategis ini bertujuan memposisikan Indonesia lebih kuat dalam rantai industri emas global di tengah tingginya minat investasi masyarakat.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti menjelaskan bahwa pembentukan asosiasi ini merespons dinamika geopolitik global. Dilansir dari Finansial, kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif dengan total kelolaan emas melampaui 130 ton dan jumlah nasabah mencapai lebih dari 20 juta orang.

Pertumbuhan signifikan juga tercatat pada jumlah nasabah tabungan emas yang melonjak hampir 200 persen hingga menyentuh angka lebih dari 5 juta orang. Data ini memperkuat optimisme perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis emas secara berkelanjutan ke depannya.

"Minat masyarakat terhadap investasi emas masih sangat tinggi, dan ini menjadi dasar optimisme kami untuk terus mengembangkan ekosistem emas ke depan," ujar Selfie Dewiyanti, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian pada Minggu (26/4/2026).

Seluruh target produk bullion perusahaan mulai dari deposito, titipan, hingga pinjaman modal kerja berbasis emas dilaporkan telah terealisasi sepenuhnya. Saat ini, strategi perseroan berfokus pada perluasan basis nasabah melalui akuisisi baru dan peningkatan penetrasi produk di berbagai segmen masyarakat.

Pengembangan aplikasi digital bernama "Tring" menjadi ujung tombak untuk menyasar generasi muda, sembari terus menjalankan program literasi keuangan bagi masyarakat umum. Selain kanal digital, Pegadaian tetap mempertahankan operasional lebih dari 4.000 outlet fisik di seluruh wilayah Indonesia.

Layanan gadai tetap menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi mencapai 90 persen dari total aktivitas perusahaan. Fasilitas ini dipandang sebagai instrumen likuiditas yang paling relevan bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai cepat tanpa harus kehilangan aset emas mereka.

"Gadai menjadi solusi likuiditas bagi masyarakat, terutama saat membutuhkan dana tunai tanpa harus melepas kepemilikan emas," kata Selfie Dewiyanti.

Perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar lantaran tingkat literasi investasi emas di tengah masyarakat dinilai belum mencapai titik optimal. Pegadaian optimistis kombinasi antara digitalisasi, ekspansi fisik, dan kehadiran asosiasi bullion akan menjaga momentum bisnis emas secara jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi