Sebelas mobil dilaporkan mengalami pecah ban secara hampir bersamaan di Kilometer 17 Ruas Tol Jagorawi arah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/4/2026) sore, yang diduga dipicu oleh kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan serius.
Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi akibat pengelupasan aspal di sambungan jembatan sebelum arah Gunung Putri, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Jadi aspalnya mengelupas, ya. Mobil kencang 'blep' namanya beda tinggi kan jedug," ujar Jajuli saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Pihak kepolisian menyatakan bahwa perbedaan ketinggian pada aspal yang rusak menjadi faktor utama penyebab kerusakan ban kendaraan yang melaju dalam kecepatan tinggi.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Alvin Andituahta Singarimbun, menjelaskan bahwa laporan mengenai peristiwa tersebut pertama kali diterima pihak pengelola pada pukul 17.40 WIB.
"Petugas Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) langsung melakukan pemeriksaan di lapangan guna mengidentifikasi penyebab pecahnya beberapa ban pengguna jalan," ujar Alvin.
Setelah melakukan identifikasi, tim teknis segera melakukan perbaikan darurat untuk memastikan keamanan pengguna jalan lainnya di titik lokasi kerusakan tersebut.
Lia, salah satu pengemudi yang menjadi korban, menceritakan bahwa dirinya sedang melintas dari Gerbang Tol Cimanggis menuju Gunung Putri sekitar pukul 16.30 WIB saat kondisi lalu lintas sedang padat.
"Terus di situ aku di jalur dua, emang kan lagi padat-padatnya ya jam segitu," kata Lia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Ia mulai merasakan keanehan pada mobilnya karena kecepatan kendaraan tidak bisa dipacu secara normal di tengah kepadatan arus kendaraan tersebut.
"Nah habis itu, itu bener-bener enggak bisa, enggak bisa kenceng, pokoknya paling kenceng itu di 60 (kilometer per jam) kecepatannya," ujarnya.
Lia kemudian melihat beberapa kendaraan di depannya mulai menepi ke bahu jalan dengan menyalakan lampu peringatan secara berurutan.
"Aku juga ikut pasang hazard, takutnya ditabrak dari belakang kan. Pas yang depan aku minggir ke kiri semua, terus baru sadar itu ternyata pada udah bocor semua tuh ban mobil," jelas dia.
Kondisi ban mobil yang pecah tersebut ditemukan dalam jarak yang berdekatan satu sama lain, yakni hanya berkisar sekitar 100 meter.
"Udah pada bocor (ban mobil), ada sekitar pertama tuh dua (mobil bocor ban), terus tiga (mobil bocor ban), terus satu (mobil bocor ban). Jadi jaraknya tuh enggak begitu jauh, kayak cuma sekitar 100 meteran gitu loh pada minggir," lanjutnya.
Setelah memeriksa kendaraannya sendiri, Lia mendapati ban belakang sebelah kanan mobilnya sudah dalam kondisi sobek dan kehilangan tekanan udara sepenuhnya.
"Cek belakang ternyata yang belakang udah enggak ada angin sama sekali, udah sobek. Ternyata sobek ya dari samping dari velg tuh ke tengah tuh sobekannya," ujar dia.
Meskipun kondisi ban sobek parah, Lia mengaku tidak melihat adanya benda tajam di lokasi kejadian dan menduga kerusakan disebabkan oleh struktur jembatan yang bermasalah saat hujan deras.
"Enggak ada (benda tajam), enggak tahu kayak kesilet gitu loh. Bingung, entah itu di jembatan itu ada besi nongol aku enggak paham ya, karena posisi kan hujan deres kemarin tuh sore," jelas Lia.
Keluhan tersebut disampaikan Lia kepada petugas Patroli Jalan Raya yang berada di lokasi, yang kemudian memberikan informasi mengenai jumlah total kendaraan yang terdampak.
"'Oh sama Bu, di belakang juga udah 11 mobil yang udah pecah', kata dia gitu," ungkap Lia.