Pemerintah Kirim 300 Ton Bumbu Penuhi Kebutuhan Pangan Jemaah Haji 2026

Pemerintah Kirim 300 Ton Bumbu Penuhi Kebutuhan Pangan Jemaah Haji 2026
Foto: Ilustrasi Pemerintah Kirim 300 Ton Bumbu Penuhi Kebutuhan Pangan Jemaah Haji 2026.

Pemerintah Indonesia menyuplai 300,9 ton bumbu dan jutaan paket makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan pangan bagi 203.320 jemaah haji reguler selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pasokan ratusan ton bumbu tersebut disiapkan melalui koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebagaimana dilansir dari Money, keterlibatan produk lokal menjadi prioritas dalam penyediaan logistik tahun ini.

ÔÇ£Bahkan ada juga bawa bumbu, kirim bumbu ya, yang bumbu kalau masak terus kasih bumbu langsung jadi,ÔÇØ kata Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Zulkifli Hasan menilai bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam negeri telah mengalami kemajuan pesat dalam mengolah produk pangan. Selain bumbu, Kemenhaj mendistribusikan 1.232.520 paket makanan siap saji (RTE) yang dirancang agar tetap berkualitas saat dikonsumsi.

ÔÇ£Rupanya sekarang sudah ada makanan siap saji yang fresh,ÔÇØ kata Zulhas.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa jemaah haji tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stok pangan karena seluruh persiapan telah dipastikan aman. Namun, skema ini tidak mencakup 17.680 jemaah haji khusus yang pembiayaannya dikelola secara mandiri atau Business to Business (B2B).

ÔÇ£Insyaallah cukup lengkap, tidak kurang apapun,ÔÇØ kata dia.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan rincian tambahan mengenai distribusi logistik yang sudah dikirimkan ke Arab Saudi. Pihaknya menyediakan 3 juta paket makanan siap saji tambahan yang akan berfungsi sebagai menu selingan bagi para jemaah.

Penggunaan makanan siap saji ini akan difokuskan selama enam hari, tepatnya pada 7 sampai 13 Dzulhijjah. Periode tersebut merupakan masa puncak ibadah haji saat jemaah berada di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

ÔÇ£Karena waktu itu trafiknya kan sangat-sangat padat sehingga untuk makanan fresh kayaknya susah dikirim maka kita pakai RTE itu,ÔÇØ ujar Gus Irfan.

Artikel terkait

Rekomendasi