Pasokan Avtur Eropa Menipis Akibat Konflik Timur Tengah

Pasokan Avtur Eropa Menipis Akibat Konflik Timur Tengah
Foto: Ilustrasi Pasokan Avtur Eropa Menipis Akibat Konflik Timur Tengah.

Kawasan Eropa menghadapi ancaman krisis energi serius pada Sabtu (18/4/2026) seiring menipisnya stok bahan bakar pesawat akibat eskalasi konflik antara Iran dan blok Amerika Serikat-Israel. Kondisi ini diprediksi akan memicu gangguan operasional maskapai dalam beberapa pekan ke depan.

International Energy Agency (IEA) memberikan peringatan keras mengenai ketersediaan stok yang terus merosot. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Travel, ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor utama terhambatnya distribusi minyak dari kawasan Teluk ke pasar global.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menegaskan bahwa ketersediaan cadangan avtur di benua tersebut saat ini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Ia memproyeksikan bakal terjadi pembatalan rute-rute tertentu dalam waktu dekat.

"Saya dapat mengatakan bahwa dalam waktu dekat kita akan mendengar kabar bahwa beberapa penerbangan dari kota A ke kota B mungkin dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar jet," ujar Fatih Birol, Direktur Eksekutif International Energy Agency.

Birol menambahkan bahwa meskipun pengiriman yang dipesan sebelum konflik masih tiba, volumenya sudah mencapai tahap akhir. Hal ini memaksa negara-negara Eropa untuk segera mencari solusi alternatif pasokan energi.

"Mungkin hanya tersisa sekitar enam minggu bahan bakar jet," kata Fatih Birol, Direktur Eksekutif International Energy Agency.

Tekanan ini mulai berdampak pada kebijakan maskapai besar, salah satunya KLM yang merupakan bagian dari grup Air France-KLM. Maskapai asal Belanda tersebut memutuskan untuk memangkas frekuensi penerbangan pada rute-rute yang dinilai tidak lagi menguntungkan secara ekonomi.

Pihak manajemen menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk merespons lonjakan harga kerosin yang sangat tajam. Meskipun melakukan pengurangan jadwal, mereka membantah adanya masalah ketersediaan fisik bahan bakar pada internal perusahaan.

"Ini menyangkut sejumlah terbatas penerbangan di dalam Eropa yang, karena kenaikan biaya kerosin, saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan. Tidak ada kekurangan kerosin," kata KLM, Maskapai Penerbangan.

Pihak maskapai tetap berkomitmen untuk menjaga kelancaran perjalanan penumpang selama masa libur panjang mendatang. Fokus pemangkasan rute dialihkan ke kota-kota yang memiliki opsi transportasi atau jadwal penerbangan alternatif yang cukup banyak.

"KLM memperkirakan periode libur Mei akan sibuk dan memastikan penumpang dapat melakukan perjalanan ke tujuan liburan mereka sesuai rencana," kata KLM, Maskapai Penerbangan.

Secara finansial, grup Air France-KLM sebenarnya telah melakukan langkah preventif dengan melindungi 87 persen eksposur bahan bakar mereka. Namun, tingginya biaya operasional tetap memaksa perusahaan melakukan efisiensi pada rute sibuk seperti dari Bandara Schiphol menuju London dan D├╝sseldorf.

Artikel terkait

Rekomendasi