Kemenhaj Rilis Panduan Jenis dan Aturan Tas Jemaah Haji 2026

Kemenhaj Rilis Panduan Jenis dan Aturan Tas Jemaah Haji 2026
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Rilis Panduan Jenis dan Aturan Tas Jemaah Haji 2026.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI merilis panduan resmi mengenai empat jenis tas logistik yang wajib digunakan oleh jemaah haji Indonesia selama operasional keberangkatan tahun 2026. Regulasi yang diumumkan pada Rabu, 15 April 2026 ini merinci spesifikasi muatan serta daftar barang terlarang demi keamanan penerbangan ke Tanah Suci.

Pemerintah akan memfasilitasi setiap jemaah dengan koper bagasi berkapasitas maksimal 32 kg, koper kabin 7 kg, tas ransel lipat Armuzna, dan tas selempang untuk dokumen penting. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, penggunaan tas resmi ini bertujuan untuk menyeragamkan logistik jemaah dan memastikan kepatuhan terhadap standar maskapai internasional.

Koper bagasi dialokasikan untuk pakaian dan perlengkapan umum, sedangkan koper kabin dikhususkan bagi barang mendesak seperti kain ihram dan obat-obatan. Tas Armuzna memiliki fungsi spesifik untuk membawa kebutuhan jemaah saat menjalani fase puncak haji di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kemenhaj RI juga menetapkan larangan keras terhadap penggunaan tas punggung tambahan atau tas bagasi dengan tali panjang yang tidak sesuai standar. Selain itu, jemaah dilarang keras membawa cairan lebih dari 100 ml dalam kabin serta dilarang memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper jinjing dalam kemasan apa pun.

Berdasarkan buku Panduan Manasik Haji dan Umrah 2026, terdapat daftar barang berbahaya yang mutlak dilarang dalam penerbangan, termasuk senjata tajam, bahan peledak, dan barang mengandung magnet. Jemaah juga diminta tidak membawa uang tunai dalam jumlah berlebihan serta makanan dengan bau menyengat yang dapat mengganggu kenyamanan di dalam pesawat.

Hingga saat ini, Kemenhaj terus melakukan sosialisasi intensif melalui kanal digital agar seluruh jemaah memahami tata cara pengepakan barang sesuai regulasi terbaru. Petugas di asrama haji nantinya akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap berat dan isi tas sebelum diberangkatkan ke bandara.

Artikel terkait

Rekomendasi